Posmetromedan.com – Insiden maut terjadi di Jalan Sang Naualuh, Kota Pematangsiantar, Kamis (2/5/2024). Sebuah mobil menabrak halte bus hingga menyebabkan 2 orang tewas dan 1 lainnya kritis.
Dimas, salah seorang saksi yang selamat dari peristiwa itu mengatakan, awalnya ia dan rekannya duduk di Halte pada Kamis dini hari sekitar pukul 03.30 WIB.
Tiba-tiba sebuah mobil hitam yang belum diketahui identitasnya datang dari arah Komplek Megaland menuju pusat Kota Pematangsiantar melalui Jalan Sang Naualuh.
Menurut Dimas, mobil melaju dengan kecepatan tinggi menuju halte dan menabrak Ai Syahputra Sitanggang (20), Junaidi (20), dan A (20). Usai menabrak, mobil tancap gas melarikan diri. Ai Syahputra Sitanggang dan Junaidi meninggal dunia karena luka yang cukup parah. Sementara A dilarikan ke rumah sakit dengan kondisi kritis.
“Waktu tabrakan kami sedang duduk di Halte. Aku lihat mobil itu kencang dan memang oleng,” ujar Dimas kepada wartawan ditemui di ruang instalasi jenazah di Jalan Vihara, Kota Pematangsiantar.
Ia mengatakan ketiga rekannya itu merupakan warga Kota Medan yang merantau ke Kota Pematangsiantar. Di tempat yang sama, seorang ibu dari salah satu korban bernama Samsuriani menjerit histeris menangisi jenazah anaknya.
“Saya minta polisi segera menangkap pelaku. Saya tidak sanggup lagi. Anak saya meninggal,” ucapnya.
Saat dihubungi, Kanit Gakkum Satlantas Polres Pematangsiantar Iptu Syawal Nasution mengatakan, pihaknya telah memeriksa sejumlah CCTV di beberapa tempat yang dilalui mobil tersebut.
Peristiwa tabrak lari ini sudah dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Sementara itu pihak keluarga korban telah membuat laporan pengaduan. “Kita lagi pengejaran dan sekarang pengecekan CCTV. Sudah 30 CCTV kita cek,” katanya. (*)
Reporter: Osi
Editor: Hiras Situmeang












