Lapor Pak Kapoldasu, Judi Berkedok Batu Goncang di Komplek Cemara Asri Aman Beroperasi

oleh
Inilah permainan batu goncang yang dilengkapi dengan kupon. Biasanya permainan ini berhadiah barang atau souvenir. Tapi sekrang permainan ini dijadikan ajang perjudian di komplek Cemara Asri. (Sumber foto: Internet)

Posmetromedan.com – Diduga kebal terhadap hukum, judi berkedok batu goncang beromset ratusan juta perhari kini hadir di Kota Medan, walaupun Kapolda Sumut Irjen Pol Irjen Agung Setya Imam Effendi, melarang adanya perjudian.

Ironisnya, judi berkedok batu goncang tersebut hadir di Pusat Jajanan Serba Ada (Pujasera) yang berada di Komplek Cemara Asri, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang, tepatnya di sebelah salah satu bank ternama di Medan.

Informasi yang dihimpun, lokasi judi berkedok batu goncang ini disebut-sebut milik seorang pria keturunan Tionghoa berinisial AC (60), dimana sudah sebulan ini menjalankan bisnis haramnya tersebut dan yang lebih fantastis lagi, ia bisa memperoleh omset hingga ratusan juta rupiah perharinya.

BACA JUGA..  Edi Suranta alias Godol Sudah Diserahkan ke Kejari Lubuk Pakam

Menurut salah seorang warga sekitar yang enggan namanya dicantumkan mengatakan bahwa lokasi judi berkedok batu goncang yang sudah sebulan beroperasi tersebut ramai dikunjungi para pemain dari berbagai kalangan.

“Rame yang datang kesitu bang, mau yang muda sampai yang tua, mau yang naik motor sampai naik mobil juga ada bang,” ungkapnya.

Pria kulit sawo matang dan berbadan tambun ini menjelaskan bahwa lokasi judi berkedok batu goncang ini beroperasi dari jam 7 Malam hingga dini hari.

“Tempatnya itu Pujasera bang, jadi tempatnya luas di situ ada jual makanan dan minuman, nah disediakan juga judi itu bang,” jelasnya.

BACA JUGA..  Sempat Kabur, Iptu Supriadi Diamankan Depan Gerbang Tol Lubuk Pakam

Pria ini mengatakan bahwa setiap pemain yang ingin bermain judi bermodus batu goncang tersebut harus membeli kupon dengan harga dari Rp 20 ribu hingga ratusan ribu rupiah.

“Nanti kita beli kuponnya, nah kita cocokkanlah angka di kupon yang kita beli sama gak sama yang ada di layar, nanti angkanya itu disebutkan oleh seorang wanita sembari ia bernyanyi, kalau gadak yang sama angkanya ya nanti kita harus beli kupon lagi karena setiap 10 sampai 15 menit sekali waktu untuk ganti kupon yang baru,” jelasnya kembali.

Apabila menang, lanjut pria berbadan tambun ini, pemain bisa mendapatkan hadiah berupa emas yang jumlahnya disesuaikan dengan harga kupon yang dibeli.

BACA JUGA..  Bane Raja Manalu Bantu Penangguhan Penahanan Sorbatua Siallagan

“Kalau harga kuponnya Rp 20 ribu ya paling menang dapat emas setengah gram, tapi kalau beli kupon yang harga ratusan ribu ya lebih banyak lagi dapat emasnya bang, cuma bisa ditukar dengan uang karena kan pasti pemain itu ingin bermain lagi,” sebutnya

Pria berbadan tambun ini menduga jika sang pemilik judi berkedok batu goncang tersebut sudah memberikan upeti terhadap petugas aparat sehingga bebas beroperasi.

“Mungkin udah nyetor bang, kan besar penghasilannya dalam 1 hari, kalau di kalikan bisa jadi yang punya meraup pendapatan hingga ratusan juta,” ucapnya terheran-heran. (*)

Reporter: Mangampu Sormin
Editor: Maranatha Tobing