Posmetromedan.com – Meminimalisir perdagangan orang (manusia), Satuan Polisi Air (Satpolair) Polres Tanjungbalai, Polda Sumatera Utara, menyisir laut dengan berpatroli dari malam hingga dinihari.
Patroli yang digelar pada Minggu malam (27/8/2023) itu tidak hanya mengantisipasi perdagangan orang, tetapi juga tindakan kriminal lainnya. Seperti perdagangan narkoba, pencurian ikan dan lainnya.
Kapolres Tanjungbalai AKBP Ahmad Yusuf Afandi SIK MM melalui Kasat Polair AKP T. Sianturi saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya juga menyambangi para nelayan dan pesan-pesan kamtibmas dan menghindari kegiatan ilegal.
Dalam pelaksanaan patroli perairan, Sat Polair menyambangi nelayan pencari ikan yang beroperasi dan pelabuhan tikus. Kegiatan sambang dilaksanakan oleh personil Sat Polair tidak lain dan tidak bukan untuk monitoring perkembangan situasi di wilayah perairan, kata Kapolres.
“Setiap hari kami memberikan pelayaanan kepada masyarakat dengan melaksanakan patroli perairan mengitari wilayah hukum perairan polres tanjung balai,” ujar Kasat.
Dijelaskan Kasat, pada hari Senin (28/8/2023) sekira pukul 03.50 WIB, Kapal Patroli 2027 yang dikomandani Bripka L Gurning SH, MH dan Bripka Juanda melakukan pengejaran dan pemeriksaan terhadap satu unit kapal yang datang dari Tanjungbalai menuju laut bebas. Setelah beberapa menit dilakukan pengejaran, akhirnya kapal tersebut berhasil dihentikan dan langsung dilakukan pemeriksaan.
Dari hasi pemeriksaan diketahui, kapal yang dinahkodai oleh Surahman tersebut tidak memiliki nama dan tanpa tanda selar dengan jumlah ABK/penumpang empat orang hanya bermuatan fiber berisi es dan jaring tidak ada di temukan barang-barang yang ilegal atau yang melanggar hukum.
“Selanjutnya kepada nakhoda diberi himbauan untuk mengurus dan melengkapi dokumen kapalnya dan memeriksa Body serta mesin kapal sebelum berangkat ke laut dan agar selalu waspada menjaga keselamatan berlayar dan berkerja di laut membawa live zeket, ring bui, P3K serta alat navigasi di atas kapal,” ujar Kasatpol Air Polres Tanjungbalai. (*)
Reporter: Ignatius Siagian
Editor: Maranatha Tobing












