Proyek Rehabilitasi dan Rekonstruksi Tebing Sungai Lawe Kisam Agara Diduga Asal Jadi

oleh
Sejumlah pekerja di Proyek rekonstruksi perkuatan tebing Sungai Lawe Kisam yang sedang dikerjakan di Desa Kutambaru, Kecamatan Lawe Bulan, Kabupaten Aceh Tenggara (Agara), tampak mengumpulkan batu dari lokasi proyek. Seharusnya sesuai aturan, material batu harus diperoleh dari lokasi tambang atau galian C. (Safrizal/Posmetromedan.com)

Posmetromedan.com – Proyek pekerjaan rekonstruksi perkuatan tebing Sungai Lawe Kisam yang sedang dikerjakan di Desa Kutambaru, Kecamatan Lawe Bulan, Kabupaten Aceh Tenggara (Agara) dikerjakan asal jadi karena diduga menggunakan material dari lokasi proyek.

Diketahui, anggaran pekerjaan fisik penanganan pasca bencana tersebut bersumber dari dana hibah rehabilitasi dan rekonstruksi BNPB tahun anggaran 2022/2023. Dan, pemenang tender proyek bernilai Rp1.488.335.000 adalah CV.Affifah dengan Pengawas Supervisi CV.Sepakat Mandiri Engineering Consultan serta Perencana Perancang ditangani PT.Global Rekayasa Konsultan.

BACA JUGA..  Perampok Turis Prancis di Bukit Sipiso-piso Ditangkap

Bupati Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kabupaten Aceh Tenggara (Agara) M Saleh Selian, mengatakan pihaknya menduga kalau proyek tersebut dikerjakan asal jadi. Dugaan itu disampaikannya kepada Posmetromedan.com, Kamis (20/7/2023).

“Bahwa pekerjaan proyek rekonstruksi perkuatan tebing Sungai Lawe Kisam di Desa Kutambaru diduga asal jadi karena pihak kontraktor menggunakan material yang ada di lokasi proyek, seperti batu kali yang seharusnya material dibeli dari lokasi yang memiliki galian C,” sebut M Saleh Selian, sembari menambahkan, bahwa di lokasi proyek tidak ada terdapatĀ  pondok kerja atau base camp.

BACA JUGA..  2 Kali Hamil, Janda Minta Dinikahi Kades

“Nah kita lihat seperti proyek di Desa Kutambaru sangat jelas terlihat dalam pekerjaan pembangunan tembok menggunakan batu yang ada di lokasih proyek. Kita duga PPTK proyek melakukan pembiaran terhadap aksi pihak kontraktor nakal yang berpotensi merugikan keuangan negara. Nah jika setelah proyek rampung namun ditemukan tindak pidana didalamnya, maka si Dodi selaku PPTK harus bertanggung jawab secara hukum,” tegasĀ  M Saleh Selian.

BACA JUGA..  Berkas Kasus Ninawati Dilimpahkan ke Jaksa

Terpisah, Posmetromedan.com meminta tanggapan kepada Dodi Sukmariga Tajmal selaku PPTK proyek, terkait dugaan penggunaan matetial (batu) yang diambil dari lokasi proyek, pada Kamis (20/7/2023) siang dan hingga berita ini tayang, Dodi Sukmariga Tajmal tidak menjawab. (*)

Reporter: Safrizal
Editor: Maranatha Tobing