POSMETROMEDAN.com – Forum Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Hukum (Formasih) meminta polisi bergerak cepat dan serius memberantas, serta menindak tegas aksi kejahatan jalanan, terutama begal maupun geng motor.
Hal itu dikatakan Ketua Umum Formasih, M Muklis Harahap didampingi Ketua DPD Formasih Kota Medan, Abdul Ghafur Marbun saat unjuk rasa di depan Polda Sumatera Utara, pada Senin (10/7).
“Kami meminta kepada pak Kapolda Sumut, Kapolrestabes Medan, seluruh Kapolsek di Kota Medan dan sekitarnya bertindak tegas terhadap geng motor dan begal,” tegas dia.
Masih Muklis, Formasih meminta pihak Kepolisian melakukan penindakan terhadap praktik pencurian sepeda motor dan pencurian dengan kekerasan. Pasalnya, aksi pencurian motor dan kekerasan juga marak di Kota Medan.
“Para pelaku sampai nekat membacok korbannya. Kemudian aksi aksi pencarian motor dengan kekerasan juga marak, akibatnya warga sangat takut dengan kejadian-kejadian seperti ini. Kami minta agar polisi menindak tegas pelaku,” ucapnya.
Menurut Muklis, salah satu warga Kota Medan telah menjadi korban keganasan geng motor dan begal yang sangat meresahkan.
“Mahasiswa UMSU juga menjadi korban kekejaman geng motor dan meninggal dunia. Tindakan itu manjadi kebanggan mereka. Mereka terus berkeliaran dan menshare video di akun media sosial (medsos) yang kita duga itu (medsos) mereka dan sempat viral akhir-akhir ini. Jadi ini harus menjadi atensi,” lanjut Muklis.
Abdul Ghafur menambahkan, Kota Medan saat ini sangat mencekam setelah banyak aksi perampokan atau geng motor yang meresahkan masyarakat.
“Atas kejadian ini, citra Kota Medan yang sekaligus ibu kota Provinsi Sumatera Utara menjadi sangat buruk di mata masyarakat. Hilangnya kepercayaan masyarakat kepada pemerintah dan aparat penegak hukum atas lambatnya penanganan memberantas geng motor,” ungkapnya. (*)
Reporter: Oki Budiman
Editor: Maranatha Tobing












