Hati-Hati! Ada Bantuan Hoax dari Wabub dan Plt Sekda Tapsel 

oleh
Pesan oknum mengaku Wakil Bupati Tapsel Rasyid Assaf Dongoran tentang bantuan sosial tahun 2023. Sementara (kanan), bukti transfer palsu yang dikirimkan oknum mengaku Plt. Sekda Tapsel M Frananda kepada calon korbannya. (Istimewa).

POSMETROMEDAN.com – Diawal 2023 ini, masyarakat dibuat bingung dan bertanya-tanya. Pasalnya, beredar luas bantuan hoax dari oknum yang mengaku Wakil Bupati Tapsel Rasyid Assaf Dongoran dan Plt Sekda Tapsel M Frananda.

Karena itu, masyarakat harus berhati-hati. Sebab, diduga kuat aksi penyaluran bantuan dari oknum yang mengatasnamakan Wakil Bupati Tapsel dan Plt Sekda ini, adalah untuk menipu sekaligus memanfaatkan tokoh didaerah.

Hasil penelusuran awak media ini, Rabu (18/1/2023), oknum yang belum diketahui identitasnya dan mengaku Wakil Bupati Tapsel menghubungi calon korban lewat pesan WA.

Lewat WA itu, si calon korban diminta oknum yang mengaku Wakil Bupati, berkoordinasi dengan Plt. Sekda Tapsel yang saat ini Kepala Badan Pengelola Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah (BPK PAD), M Frananda, terkait penyaluran bantuan.

“Bendahara BKM Masjid Tanjung Medan, Desa Pahae Aek Sagala, Kecamatan Sipirok, Ilhamsyah Putra Hutasuhut, hampir saja tertipu ,” ungkap Kepala Desa Pahae Aek Sagala, Robinson Hutasuhut pada wartawan, Rabu (18/1/2023).

Dimana sambungnya, si oknum yang mengaku Wabub itu melenjelaskan, bahwa bantuan untuk mesjid disalurkan dengan tiga tahap pencairan. Yakni 20 persen, 50 persen dan 40 persen.

BACA JUGA..  Prediksi Laos U-17 vs Malaysia U-17, Piala AFF 22 April 2026

“Kami sempat senang, dengan adanya kabar bantuan, karena memang saat ini kami sedang berencana merenovasi Mesjid di Dusun Tanjung Medan,” sebutnya.

Namun beberapa jam kemudian, bendahara BKM kembali dihubungi oleh oknum yang mengaku sebagai Plt. Sekda Tapsel lewat WA. Di pesan WA itu, disampaikan telah mengirim Rp 28 juta ke reking BKM Masjid Tanjung Medan, sambil melampirkan bukti transfer.

Akan tetapi, beberapa menit kemudian mengaku terlanjur mentransfer Rp28 juta ke rekening BKM. Seharusnya Rp20 juta yang dikirim untuk BKM. Lalu, meminta  agar mentranfer balik sisa Rp8 juta yang merupakan kelebihan dari seharusnya. Sebab, menurut oknum yang mengaku Plt Sekda Tapsel dan diduga penipu ini menyampaikan, bahwa Rp8 juta itu seharusnya jatah untuk yayasan amal.

“Bendahara menyampaikan pada saya terkait pesan WA oknum Wakil Bupati dan Plt. Sekda Tapsel itu. Bendahara mengaku telah menyiapkan uang Rp8 juta itu, untuk dikirim ke rekening atas nama Frananda atau oknum mengaku Plt. Sekda Tapsel. Namun saya minta jangan dikirim dulu. Karena memang kami belum ada memohon bantuan pada dua pejabat teras di Tapsel itu,” terangnya.

BACA JUGA..  Polda Sumut Tembak Dua Begal Sadis di Belawan, Lengan Korban Disayat Cutter

Selanjutnya, Kades merasa ada yang janggal. Lantas menyuruh Bendahara BKM untuk memeriksa apakah ada uang masuk di rekening BKM Masjid Tanjung Medan Desa Pahae Aek Sagala, Kecamatan Sipirok.

“Ternyata sama sekali tidak ada transferan uang masuk Rp 28 juta. Kami masih diselamatkan Allah dari penipuan oknum mengaku Wakil Bupati dan Plt. Sekda Tapsel itu. Semoga tidak ada orang lain yang menjadi korban dikemudian hari,” ungkap Robinson.

Amatan wartawan, pesan WA dari oknum yang mengaku Wakil Bupati Tapsel itu memakai foto profil Rasyid Assaf Dongoran. Sementara WA oknum mengaku Plt. Sekda Tapsel memakai foto fropil  M Frananda.

Plt Sekda Tapsel Tegaskan itu Hoaks dan Penipuan

Plt Sekda Tapsel yang juga Kepala BPKPAD Tapsel M Frananda saat dikomfirmasi terkait hal iti, menegaskan itu semua tidak benar dan meminta masyarakat berhati-hati.

BACA JUGA..  RSU Muhammadiyah Medan Disebut Angkat Rahim Pasien Tanpa Pemberitahuan

“Hal ini tidaklah benar. Nama saya dan Wakil Bupati telah dicatut oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Harapan saya kepada seluruh masyarakat, agar tidak mudah percaya dengan hal-hal seperti ini.  Segala sesuatu terkait dengan pemberian hibah daerah sudah diatur dengan peraturan perundang-udangan. Kalau ada usulan terkait bantuan hibah, kepada rumah ibadah agar langsung menghubungi Bagian Kesejahteraan Masyarakat Sektretariat Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan di Sipirok. Hal tersebut tidak ada dipungut biaya apapun,” ungkapnya seraya menyampaikan, jikapun ada bantuan  pribadi atas namanya, pastinya akan diserahkan secara langsung.

“Saya juga mengimbau kepada siapapun yang melakukan hal itu, untuk menghentikan kegiatan yang menagatasnamakan diri saya, orang lain dan sebagainya. Karena itu merupakan dosa dan kejahatan yang bisa dipidanakan dengan kasus penipuan,” tutup Plt Sekda ini. (*)

Reporter: Amran Pohan
Editor: Maranatha Tobing