POSMETROMEDAN.com – Pesantren Modern Unggulan Terpadu Darul Mursyid (PDM) di Sidapdap Simanosor, Kecamatan Saipar Dolok Hole (SDH), Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) kembali berhasil membawa medali pada ajang olimpiade Senior High School Olympiad (SHSO) IBBI, 30 Oktober 2022 lalu.
Ahmad Suheili Pulungan, Wakil Direktur sekaligus pembina olimpiade sains Darul Mursyid menyebut, SHSO Tahun 2022 adalah Kompetisi yang diselenggarakan oleh Pusat Olimpiade Sains Indonesia (POSI), dengan tujuan untuk memfasilitasi siswa/i, guru dan mahasiswa untuk berprestasi dan menjadi sarana evaluasi kemampuan, untuk mengembangkan kapasitas diri dan kompetensi secara mendalam.
“Adapun Pusat Olimpiade Sains Indonesia (POSI) adalah lembaga pelatihan Olimpiade Sains Nasional (OSN) untuk siswa/siswi dan guru tingkat SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA, yang bertujuan memberikan bekal dan kemampuan yang siap bagi peserta untuk mengikuti seleksi Olimpiade Sains Nasional tingkat kabupaten/kota, provinsi, maupun nasional, seleksi KSM, seleksi masuk Universitas, dan kompetisi-kompetisi Olimpiade Sains lainnya,” terangnya.
Dimana, olimpiade SHSO IBBI dilaksanakan secara offline, diikuti ratusan sekolah favorit yang tersebar di Sumatera Utara seperti SMA Sutomo 2 Medan, SMA Methodis 3, SMA Methodis Binjai, SMA Katolik Sibolga, MA Taruna Teknik Al-Jabbar Medan, SMAN 1 Padang Sidimpuan, SMAN 1 Matauli Pandan, MAN 2 Padangsidimpuan, SMA Matauli Pandan, MAN IC Sipirok, SMANSA Medan, SMA Sutomo 1 Medan, SMA Methodis 1, SMA Harapan Bangsa 1, Kingston School, SMA CT Arsa Foundation dan lain-lain.
“Alhamdulillah, hasilnya sudah diumumkan dan Pesantren Darul Mursyid meraih prestasi, yang cukup membanggakan,” ungkapnya seraya merincikan, untuk bidang Komputer diraih oleh santri atas nama Aziz Setiawan (Medali Emas), Rifki Habibi (Medali Perak), Nayla Mukhbita (Medali Perak). Bidang Studi Ekonomi diraih oleh Hutri Sapta Hadi (Medali Emas), Arif Dermawan (Medali Perak), Aidil Rahmat (Medali Perak). Bidang Studi Matematika diraih oleh M. Thariq Aulia Rahman Lubis (Medali Perak), Fadli Fahlevi Muhammad (Medali Perak) dan Aldi Firmansyah (Medali Perunggu). Bidang Studi Fisika diraih oleh Tiamse Novair (Medali Perak), Alfarel Detata (Medali Perunggu). Bidang Studi Biologi diraih oleh Andika Prama Yufdi (Medali Perak) dan
Fatia Khusnaini (Medali Perak). Bidang Studi Akuntasi diraih oleh Neni Ais Mawaddah (Medali Perak).
Arzun Arifin Lase sebagai salah satu guru pembina menyebut, proses pendampingan akan terus dilakukan, baik secara reguler maupun program intensif yang didampingi oleh guru-guru bidang study masing-masing.
“Harapan kami semoga ananda semua tetap semangat, konsisten, banyak berlatih serta berdoa agar bisa tampil lebih baik lagi ke depannya,” tuturnya.
Drs Yusri Lubis menyampaikan terimakasih kepada santri dan guru pembimbing serta guru dan komponen yang terlibat langsung ataupun tidak langsung, sehingga menunjukkan kualitas Pesantren Darul Mursyid yang terus mengalami peningkatan.
Ketua Umum Yayasan Pendidikan Haji Ihutan Ritonga (Yaspenhir), Ja’far Syahbudin Ritonga menyebut, menyampaikan, prestasi demi prestasi yang diraih Darul Mursyid tentunya, dihasilkan atas kerja sama yang baik dari seluruh elemen yang ada.
“Teruslah berkarya dan tunjukkan kemampuan serta kecintaan generasi muda terhadap sains. Ini. Namun, bukan berarti kita sudah puas, masih banyak lagi tugas PDM kedepan, untuk meraih prestasi serta konsisten dalam mewujudkan Pesantren Darul Mursyid, sebagai pusat kejayaan sains Islam di Sumatera bagian tenggara,” tutur Alumni S3 USM Malaysia itu mengakhiri. (*)
Reporter: Amran Pohan
Editor: Maranatha Tobing












