BANK SUMUT

Stationery Kit Bimtek OSS Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi, Kadis DPMPTSP: Uangnya Belum Ditarik

oleh
Kabid Penanaman Modal DPMPTSP Labuhanbatu, Rahmadsyah saat foto bersama peserta bimtek OSS RBA. (Afriandi/Posmetromedan.com)

POSMETROMEDAN.com – Stationary kit atau perlengkapan berupa tas, notes dan pulpen yang diberikan kepada peserta bimbingan teknis/ sosialisasi kemudahan berusaha Online Single Submission Risk Based Approach (OSS RBA) dan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) tahun 2022, yang dilaksanakan Oleh Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Labuhanbatu, di Wisma Almira Syariah, diduga tidak sesuai dengan spesifikasi.

Data yang dihimpun wartawan dari salah seorang sumber pada Selasa (04/10/2022) menyebutkan, dialokasikan anggaran sebesar Rp36.000.000 untuk pengadaan stationary kit type tiga atau perlengkapan tulis berupa tas, notes dan pulpen sebanyak 240 set untuk peserta bimbingan teknis. Untuk satu set dihargai sebesar Rp150.000 per satu set.

BACA JUGA..  Lagi! Tebingtinggi Raih Smart City

Sumber menyebutkan, dengan anggaran Rp150.000 satu set stationery kit, peserta seharusnya diberikan tas ransel yang telah disablon dengan tulisan yang berisi notes dan pulpen.

Namun, berdasarkan pengamatan dalam bimtek di hari kelima, Jumat (30/09/2022) yang lalu. Perlengkapan yang diberikan kepada peserta bukan tas ransel, melainkan tas jinjing berbahan kain berwarna orange (foto) berisi notes dan pulpen.

Kepala Bidang Penanaman Modal DPMPTSP Rahmadsyah kepada wartawan Jumat lalu membenarkan tas jinjing berbahan kain berwarna orange, notes dan pulpen dibagikan kepada para peserta.

BACA JUGA..  Bupati Hadiri Event Wisata Karo Music Camp 2022

“Iya. Itulah kita bagi. Tas, notes dan pulpen,” katanya seraya menunjuk kemeja registrasi peserta tempat pengisian daftar hadir sekaligus tempat pembagian perlengkapan bimtek tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas PMPTSP Kabupaten Labuhanbatu Aidi Syahmir Hasibuan saat dikonfirmasi pada Selasa (04/10/22), tidak membantah dugaan perlengkapan yang dibagikan kepada peserta tidak sesuai spesifikasi.

Menurutnya, anggaran kegiatan bimtek yang menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik Kementerian Investasi/Kepala BKPM tahun 2022 itu belum ditarik dari kas daerah. Dengan demikian, jika ada yang tidak sesuai, maka dia tidak akan membayarnya.

“Nanti bisa kita pending. Mana yang tidak sesuai, ini jangan tarik. Karena uangnya belum cair. Kecuali uangnya sudah ditarik. Umpamanya macam dibilang mu tadi curiga soal tas tadi, ini nggak cocok, nggak usah. Jangan ambil (uangnya), pulangkan,” katanya.

BACA JUGA..  Anggota DPRD Karo Memalukan, Undang OPD Jam 10 Pagi Rapat Dimulai Pukul 3 Sore

Dia membenarkan jika pada tahun anggaran 2022, DPMPTSP Labuhanbatu mendapat kucuran Dana Alokasi Khusus (DAK)Non Fisik sebesar Rp.398.132.500.  Dana itu dikirim dalam dua tahap ke rekening kas daerah.

Untuk tahap pertama telah masuk ke rekening kas daerah sebesar 50 % dari total alokasi. Sedangkan 50 % sisanya akan dikirim pada bulan Desember 2022 mendatang. (*)

Reporter: Afriandi
Editor: Maranatha Tobing