Bulan November Ini RSUD Bachtiar Djafar Mulai Beroperasi

oleh
Wali Kota Medan Bobby Nasution saat menggecek kondisi ruangan RSUD H Bachtiar Djafar di Jalan Kolonel Yos Sudarso, Medan Labuhan. (Ali Amrizal/Posmetromedan.com)

POSMETROMEDAN.com – Pelayanan kesehatan merupakan salah satu program prioritas Wali Kota Medan Bobby Nasution. Upaya peningkatan pelayanan pun dilakukan. Salah satunya berupaya menghadirkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H Bachtiar Djafar di Jalan Kolonel Yos Sudarso, Medan Labuhan.

Persiapan-persiapan telah dilakukan dengan target pada November mendatang rumah sakit tipe C ini mulai beroperasi memberikan pelayanan kesehatan berkualitas kepada masyarakat.

Dirut Rumah Sakit H Bachtiar Djafar, Irliyan Saputra menjelaskan, Wali Kota Medan ingin agar rumah sakit ini dapat memberikan pelayanan kesehaan yang berkualitas. Karena itu, berbagai fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan pun dilengkapi.

BACA JUGA..  Pemko Medan Terima PSU Dari 18 Perumahan

“Fasilitas dan pelayanan kesehatan di rumah sakit ini cukup lengkap diantaranya pelayanan IGD, Laboratorium, Radiologi, apotek, rawat jalan (poliklinik) rawat inap, ICU, NICU dan PICU, kamar bedah serta ruang bersalin,” sebutnya.

Irliyan Saputra merincikan, rumah sakit ini berlantai tujuh dengan 44 kamar dan 108 tempat tidur. “Ada kamar VIP, Kelas I, II, III, dan kamar isolasi,” terangnya.

BACA JUGA..  Mulai Besok 1 Desember, Warga Medan Cukup Gunakan KTP untuk Berobat

Persiapan lain yang dilakukan, lanjutnya, adalah melakukan simulasi – simulasi yang berhubungan dengan pelayanan kesehatan seperti simulasi di IGD, ICU, ruang rawat inap dan poliklinik.

“Selain itu kami juga mengirim tenaga kesehatan ke RSUD dr Pirngadi dan RS USU untuk mendapatkan transfer knowledge serta menggelar pelatihan di bidang kesehatan untuk meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan,” sebutnya.

BACA JUGA..  Tawuran Siswa Berujung Maut, Rendy: Ini Jadi Catatan Dunia Pendidikan Sumut

Dia menambahkan, setelah beroperasi nanti pihaknya memanfaatkan instalasi gizi yang dimiliki untuk menurunkan angka stunting. Sebab di kawasan Medan Utara ini angka stunting cukup tinggi.

“Artinya kita memiliki ahli gizi yang cukup mumpuni, jadi sayang sekali jika tidak dimanfaatkan untuk penurunan angka prevalensi stunting,” tutupnya. (*)

Reporter: Ali Amrizal
Editor: Maranatha Tobing