POSMETROMEDAN.com – Dalam rangka menyongsong dan menyemarakkan HUT RI ke-77, tokoh masyarakat Sumatera Utara (Sumut), Syahrul Pasaribu memiliki beragam kegiatan, mulai dari kegiatan keagamaan, lomba olah raga, dan juga diskusi. Salahsatunya adalah Fokus Group Discussion (FGD) bersama anggota dan pengurus PWI Tabagsel serta beberapa wartawan di Hotel Mega Permata, Sabtu (20/8/2022) lalu.
Baginya, peran media atau dunia jurnalistik, sangat vital dan strategis, dalam meraih keberhasilan seorang tokoh, pimpinan dan pembangunan suatu daerah sehingga terwujud kesejahteraan masyarakat. Karena itu, pemimpin atau pejabat publik, harus mampu mengandeng pers, orang media atau wartawan, dalam melaksanan tugas dan tanggung jawabnya serta mewujudkan visi misinya dalam mengemban amanah dari rakyat.
“Dunia pers merupakan sahabat dan mitra strategis saya selama ini. Mengenal Pers, saya awali sejak duduk dibangku kuliah. Hal ini berlanjut saat saya Ketua KNPI Medan maupun Sekretaris KNPI Sumut, Anggota DPRD Kota Medan dua periode, Anggota DPRD Sumut tiga periode, hingga Bupati Tapsel dua periode. Sampai sekarangpun, saya akui pers tetap menjadi sahabat dan mitra yang sangat dibutuhkan hingga saat ini,” ungkap mantan Bupati Tapsel dua periode ini.
Pada diskusi dengan thema, ‘Peran pers dalam akselerasi pembangunan mewujudkan kesejajteraan rakyat berdasarkan pengalaman empiris H Syahrul M Pasaribu SH’ ini, diikuti anggota dan pengurus PWI Tabagsel, ditambah wartawan dari organisasi lainnya yang ada di Tapanuli Selatan (Tapsel) dan Kota Psp.
Wakil Dewan Pertimbangan (Wantim) Partai Golkar Sumatera Utara (Sumut) ini menyebut, kegiatan FGD kali ini merupakan salah satu dari berbagai rangkaian kegiatannya di Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel), menyahuti harapan dan undangan warga, dalam menyemarakkan, seputar kegiatan HUT RI ke-77 tahun 2022.
“FGD ini kita harap dapat menambah khasanah pemikiran sekaligus menjadi renungan, dan diharap insan pers tetap menjaga integritas, apalagi pers sebagai pilar keempat dalam demokrasi, yang perannya begitu besar dalam kemajuan daerah, bangsa dan negara,” ungkapnya.
Syahrul mengenang, dimasa kepemimpinannya dua periode di Tapsel, telah dihadapkan pada masa-masa yang penuh dinamika. Selain kondisi keuangan yang defisit dan kemandirian fiskal yang rendah, juga harus mengurai benang kusut terkait pemindahan Ibukota dari Padangsidimpuan ke Sipirok, yang pada hakikatnya telah terlampaui sekitar 18 bulan, sebagaimana perintah, UU 37 dan 38, disaat dirinya menjadi Bupati Tapsel. Tentu, saat itu, tak mudah, suasananya kadang mencekam. Ada demo, ada penolakan ada banyak tantangan, belum lagi adanya demo terkait tambang emas martabe di Batangtoru. Namun, semua terselesaikan, semua bisa berjalan aman dan lancar . Tentu, tak lepas dari peran pers.
“Sebagai pemimpin atau pejabat publik, kita harus mampu mengurai akar segala persoalan yang dihadapi dengan tenang. Pastinya, menggandeng seluruh potensi yang dimiliki, dengan tetap membangun komunikasi yang baik, termasuk dengan pers,” ungkapnya.
Disampaikan, setelah suasana pemindahan Ibukota aman dan berjalan lancar, sebagai Kepala Daerah tentu belum bisa lega atau ongkang-ongkang saja. Sebab, terus dituntut pada tugas berat lainnya, dalam mewujutkan masyarakat sehat, cerdas dan sejahtera.
“Ada tanggung jawab moral bagi Kepala Daerah terhadap rakyat yang memilihnya, Apa itu, menerjemahkan visi misinya dalam kehidupan nyata, demi kesejahteraan rakyat yang memilihnya. Hal yang sama tentu, juga berlaku bagi anggota Legislatif tegasnya, sesuai pengalamannya seorang pemimpin tidak boleh ‘one man show’, jangan selalu curiga pada perangkatnya maupun stakeholders lainnya. Selain itu, Pimpinan Daerah harus menguasai dan mengerti RPJMD-nya, ketahui territorial dan geograpis daerah yang dipimpin, karena penguasaan terhadap kondisi daerah menjadi modal dasar untuk mengambil langkah serta fahami karakteristik masyarakat dan kuasai regulasi, kalau semua itu sudah dimengerti dan difahami, susunlah. Dalam merumuskan berbagai hal tersebut sampai dengan mewujudkannya secara nyata gandeng pers’. Insha Allah pejabat publik yakni anggota Legislatif ataupun Pimpinan Daerah itu akan sukses, percepatan pembangunan dapat diwujudkan agar kesejahteraan rakyat dapa meningkat. Makanya, sering saya bilang tokoh atau pemimpinan yang tidak dekat dengan pers ‘yang rugi adalah Dia dan Daerah yang diwakili atau Daerah yang dipimpinnya,” urainya.
Disampaikan, Kepala Daerah dari waktu kewaktu, harus mengukur peningkatan kesejahteraan rakyat yang dipimpinnya, tentu semua mengacu pada data yang disajikan pemerintah dalam hal ini BPS.
“Terkait semua itu, saya yakini peran kawan-kawan pers sangat besar dalam keberhasilan pembangunan,” sebutnya, seraya menyebut, hingga dirinya sudah purna bhakti, hubungan dengan pers, organisasi keagamaan dan kemasyarakatan lainnya, tetap terjalin dengan baik. Hal inilah yang membuatnya masih memiliki agenda yang begitu padat.
Untuk diketahui, sekaitan dengan perayaan HUT RI, harapan dan keinginan elemen masyarakat, masih begitu tinggi terhadap mantan Bupati Tapsel ini.
Dimana, pada 16 Agustus 2022, bersama ribuan warga di Sayur Matinggi dalam rangka penutupan Kompetisi Sepakbola Syahrul Cup I Sayur Matinggi. Ada juga Turnamen Bola Volly Syahrul Cup I Sayur Matinggi. Setelah itu, pada 17 Agustus 2022, dihapan warga yang tumpah ruah dan membanjiri lapangan Sepakbola Sipagimbar, Syahrul juga menutup Open Turnamen Sepakbola Syahrul Cup I Tapsel. Tak diduga dipenutupan open turnamen itu, penontonnya tidak hanya warga Tapsel, tetapi banyak warga datang dari Tapanuli Utara, Padang Lawas Utara dan Kota Padang Sidimpuan.
“Masih ada beberapa jadwal kegiatan dengan ormas dan OKP di Tabagsel, harus ditunda karena saya harus ke Jakarta dalam rangka bertemu petinggi partai,” ungkapnya saat menjawab pertanyaan wartawan terkait kegiatannya yang begitu padat seputar peringatan HUT RI ke-77 tahun ini. (*)
Reporter: Amran Pohan
Editor: Maranatha Tobing












