Bangunan Rutan Kelas IIB Sipirok Terancam Ambruk

oleh
Inilah salah satu sudut bangunan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Sipirok, Sumatera Utara, yang telah keropos. Dikawatirkan para tanahan sewaktu-waktu bisa melarikan diri. (Amran Pohan/Posmetromedan)

POSMETROMEDAN.com – Bangunan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) sangat mengkawatirkan dan terancam ambruk. Ratusan warga binaan penghuninya sewaktu-waktu bisa melarikan diri.

Kondisi ini bangunan yang didirikan pada tahun 1960-an itu sangat bertolak-belakangan dengan Rutan lainnya yang ada di wilayah Sumut.

Penanganan dan perhatian serius pun kini sangat dibutuhkan.

Hal ini terungkap saat kunjungan awak media di Rutan yang berada di Jalan Simangambat Pasar Sipirok, Kamis (14/4) lalu.

Kepala Rutan Kelas IIB Sipirok Jefri Ginting melalui Yonal Pengki selaku Kepala Kesatuan Pengamanan  Rutan (Ka KPR), pada wartawan menyebutkan, kondisi gedung tempat tinggal para warga binaan sebagian besar rawan ambruk. Selain itu, titik tersebut juga menyulut potensi kaburnya para tahanan dari kamar hunian.

BACA JUGA..  Tim Terpadu P4GN Bongkar Kafe Remang Pasca Temuan Penyalahgunaan Narkoba

Pasalnya, bangunan dengan kontruksi tiang kayu dengan dinding semen cor, sudah mengalami keropos dibeberapa titik. Terlebih dibagian bawah. Hal itu, disebabkan serpihan tempias saat hujan atau pengaruh genangan air dibak toilet dari setiap kamar hunian Rutan.

“Bangunan ini sudah cukup tua. Dibangun tahun 1962. Melihat kondisi sebagian dinding semen cor telah keropos, kami hanya buatkan kawat duri, mewanti-wanti jika ada tahanan yang berupaya lari dengan memanfaatkan kondisi ini,” terang Yonal sambil menemani awak media mengelilingi bagunan yang terancam ambruk termakan usia ini.

BACA JUGA..  Peningkatan Ruas Jalan Gonting–Janji Raja Sepanjang 5 Km di Samosir Dimulai

Disampaikannya, upaya untuk mengusulkan perbaikan terhadap kondisi ini, telah berulang kali dilakukan. Petugas dan Kantor Wilayah Sumut juga sudah pernah turun meninjau dan memastikan. Namun, hingga saat ini  belum ada realisasi perbaikan.

“Kementrian justru pernah memberi solusi dengan bangunan baru. Dananya cukup besar, tetapi butuh lahan minimal 3 hektar. Sedangkan serutuh lahan Rutan Sipirok ini hanya sekitar 1 hektar,” ungkapnya.

Dia juga menambahkan, pihaknya masih terus berupaya mencari lahan, agar bisa mendaratkan alokasi dana pembangunan gedung baru dari kementrian tersebut.

Tentunya, hal itu menjadi harapan dan solusi tepat dalam mengatasi kondisi gedung dari kamar hunian rutan yang terancam ambruk.

BACA JUGA..  Dorong Pemerataan Mutu Pendidikan, Pemkab Taput Gelar Asesmen Maretong Serentak SD–SMP

Amatan wartawan, kondisi dari sekitar 50 kamar hunian Rutan Kelas IIB Sipirok sangat mengkhawatirkan. Kontruksi dinding bangunan terdiri dari semen cor diantara tiang kayu dengan jarak sekitar 1 meter.

Dibagian bawah  dari dinding itu, rata-rata semen telah terkelupas sehingga kerikil telah kelihatan. Kondisi dilapangan menunjukkan, kamar hunian Rutan Kelas IIB Sipirok tidak baik-baik saja.

Apalagi saat ini dihuni lebih dari 140 orang tahanan atau warga binaan (over kapasitas). Begitupun, petugas tetap berupaya, sekedar langkah antisipasi dengan memasangi kawat duri dengan jarak sekitar 25 cm hampir disetiap dinding. (*)

Reporter: Amran Pohan
Editor: Maranatha Tobing