POSMETROMEDAN.com-Judi Toto gelap (Togel) bermerk ND Singapura, Hongkong dan Sidney, di Kecamatan Delitua, Namo Rambe, Biru Biru dan Patumbak Kabupaten Deliserdang Provinsi Sumatera Utara sampai saat ini belum tersentuh hukum.
Kabarnya bos judi togel merek ND ini untuk mengembangkan bisnis gelapnya ini disebut-sebut telah mengkondisikan oknum pihak kepolisian.
Mulai dari Polrestabes Medan, Polresta Deliserdang dan jajaran Polsek tempat aktifitas judi tersebut agar berjalan mulus.
Artinya, para oknum juru tulis bermerk “ND” ini boleh dibilang “kebal hukum” dan tidak akan dirazia atau ditangkap oleh personel Polrestabes Medan dan Deliserdang karena disebut-sebut sudah memberikan setoran.
Salah satu oknum juru tulis (jurtul) Togel ND mengaku mereka digaransi tidak akan ditangkap polisi. Sebab sudah ada koordinasi yang baik antara bandar dan pihak kepolisian.
“Bisa saja kami hari ini ditangkap, tapi besoknya dipastikan sudah keluar lagi karena bos judi bermerk “ND” ini sudah mengurusnya,” ungkap pria yang minta namanya tidak dicantum itu, Rabu (9/3/2022).
Pantauan di lapangan, Togel ND beredar di wilayah hukum Polrestabes Medan dan Polresta Deliserdang. Antara lain, di Kecamatan Delitua, Namo Rambe, Biru Biru dan Patumbak.
Salah seorang tokoh masyarakat Deli Serdang H Barus sangat menyesalkan masih tumbuh suburnya judi togel ini di wilayah hukum Polresta Deliserdang dan Polrestabes Medan.
Artinya, di tingkat Polsekta oknum aparat ataupun Kapolseknya dinilai belum serius atau masih “tutup mata” atas praktek judi ini yang sudah begitu sangat meresahkan para kaum ibu.
“Laporan ke kita, sudah ada para ibu rumah tangga bertengkar, bahkan ada bercerai karena suaminya ketagihan memasang judi togel dan uang belanja semakin berkurang. Tentunya hal ini jadi pemicu pertengkaran sehingga ya ujung-ujungnya bercerai,” ungkap Barus.
Ironinya lagi, tidak hanya para suaminya yang kecanduan judi togel, tapi para anak mereka juga ikut-ikutan memasang judi togel itu untuk mengadu keberuntungan.
Sering kali, anak mereka memasang judi togel itu menggunakan uang sekolah dan uang buku. Alhasil, tidak terbayarkan lagi uang sekolah dan buku, sehingga ketika ditagih oleh guru, anak mereka memilih bolos, tidak masuk sekolah.
“Kalau praktik judi togel ini dibiarkan, ya ke depannya gimana lagi anak bangsa kita ini untuk kemajuan dan masa depan negara kita ini. Karena itu, kita berharap Kapoldasu bapak Panca Simanjuntak agar segera turun tangan untuk menutup semua praktik perjudian ini agar tidak bertambah penderitaan dan penyakit masyarakat ini. Apalagi, virus Corona ini belum lagi selesai dan tuntas,” harap Barus.
Informasi dihimpun, Rabu (9/3/2022), judi tebak angka dengan merk ND itu disebut sudah lebih setahun beroperasi. Sayangnya belum maksimal tindakan dari pihak aparat Polres Medan dan Deliserdang maupun para Kapolsek Delitua, Patumbak, Biru Biru dan Namo Rambe.(*)
REPORTER: Tim
EDITOR: Sormin











