Siswa SMAN 4 Medan Akhirnya Meninggal Dunia Setelah 8 Hari Kritis

oleh
Jenazah Indrajit Dermawan saat disemayamkan di rumah duka. (Oki Budiman/Posmetro Medan)

POSMETROMEDAN.com – Siswa SMAN 4 Medan akhirnya menginggal dunia di Rumah Sakit Bunda Thamrin, setelah kritis selama 8 hari akibat dibacok orang tak dikenal.

Korban adalah Indrajit Dermawan (19) warga Jalan Pabrik Tenun, Gang Cengal, Kelurahan Sekip, Kecamatan Medan Petisah. Indrajit tercatat sebagai siswa kelas XI di SMAN 4 Medan.

Keterangan diperoleh wartawan, Indrajit Dermawan bersama rekannya menjadi korban pembacokan oleh orang tak dikenal (OTK) di Jalan Kapten Sumarsono, Sabtu (29/1/2022) lalu.

BACA JUGA..  Bawa Jenazah, Ambulans Tabrak Truk, 2 Orang Tewas

Saat kejadian, Indrajit mengalami luka di bagian kepalanya hingga harus menjalani operasi.

Menurut keterangan Nurjannah (41), ibu korban, dia mendapatkan telepon dari saksi bernama Renhard alias Rehan, Minggu (30/1/2022) lalu sekitar pukul 05.00 WIB.

Rehan mengabarkan indrajit sudah berada di rumah sakit Advent dikarenakan kecelakaan.

Mendapatkan kabar tersebut, Nurjannah  langsung menuju ke rumah sakit Advent.

Di rumah sakit ibu korban menanyakan kepada saksi dan saksi mengatakan bahwa korban diserang oleh sekelompok orang yang tidak dikenal.

BACA JUGA..  Kepergok VCS Sambil Pamer Payudara, Istri Ditikami

Karena luka yang diderita Indrajit serius, selanjutnya korban dirujuk ke Rumah Sakit Bunda Thamrin. Dari ruang IGD korban pun dipindah ke ruangan ICU.

Namun takdir berkata lain, setelah 8 hari dirawat di ICU korban meninggal dunia.

Kasus pembacokan itu pun diakui Kapolsek Helvetia. “Hasil cek TKP, bahwa benar korban mengalami penganiayaan,” Kata Kapolsek Medan Helvetia, Kompol Heri Sihombing dalam siaran pers nya, Senin (7/2) sore.

BACA JUGA..  Makanan Basi, Siswa SMPN 1 Pantai Labu Buang MBG Ke Jalanan

Kini pihak kepolisian masih memburu pelaku pembacokan hingga mengakibatkan kematian terhadap Korban.

Kepada wartawan, Kompol Heri mengatakan kejadian tersebut dilatarbelakangi adanya keributan antar pemuda.

“Tawuran bang, masih kita upayakan pengungkapannya,” tutup Kompol Heri.

Sementara dari rumah duka, sanak saudara hingga tetangga masih diselimuti kesedihan atas meninggal Indrajit Dermawan. (*)

Reporter: Oki Budiman
Editor: Hiras