POSMETRO MEDAN – Nasib tragis dialami bocah berusia 4 tahun. Bocah perempuan ini tewas akibat pendarahan pada vagina (kemaluan).
Itu diketahui ketika korban dibawa orangtuanya menjalani perawatan di Puskesmas, karena mengalami sakit demam.
Kapolres Rokan Hilir (Rohil), AKBP Isa Imam Syahroni mengatakan pihaknya masih melakukan investigasi kasus ini.
Dikatakan, pada Senin (27/4/2026) lalu korban mengalami demam tinggi. Oleh orangtuanya, korban dibawa berobat ke bidan.
Menurut si bidan, korban mengalami dehidrasi dan diberikan obat penurun panas.
Karena kondisi tak kunjung pulih, korban dibawa ke Puskesmas pada Rabu (29/4/2026). Pada pemeriksaan awal, belum ada tanda-tanda mencurigakan.
Kecurigaan baru muncul pada malam harinya sekitar pukul 21.00 WIB. Saat hendak mengganti popok, rang tua korban melihat pendarahan pada area sensitif putri mereka.
Temuan itu segera dilaporkan kepada tim medis Puskesmas. Dan setelah diperiksa, diketahui, kemaluan korban mengalami kekerasan akibat benda tumpul.
Atas saran dokter, korban segera dirujuk ke RS Awal Bros Bagan Batu pada Kamis (30/4/2026) dini hari untuk mendapatkan perawatan darurat.
Sayangnya, meski telah diupayakan penanganan medis secara intensif, nyawa korban tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pada Jumat (1/5/2026) sekitar pukul 03.00 WIB.
Saat ini, kepolisian terus mengusut tuntas laporan yang dilayangkan oleh orang tua korban untuk menemukan pelaku di balik kejadian keji tersebut.(bbs)












