Ditinggal Menjaga Padi, Rumah di Mandalasena Tapsel Terbakar

oleh
Rumah Sahdan Rambe di Mandalasena, ludes terbakar (ist/posmetro)  

POSMETROMEDAN.com –  Ditinggal menjaga padi di sawah, satu unit rumah terbakar di Mandalasena, Kecamatan Saipar Dolok Hole (SDH), Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel). Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut.

Pemilik rumah Sahdan Rambe, mengatakan, akibat musibah tersebut seluruh harta bendanya tidak ada yang terselamatkan. Kejadian itu berlangsung dinihari pukul 02.00 Wib, Sabtu (13/11) kemarin.

Walau tidak ada korban jiwa pada musibah itu, korban Sahdan Rambe mengatakan mengalami kerugian materi ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

BACA JUGA..  Diduga Korsleting Listrik, Rumah Janda Lansia Ludes Terbakar

Informasi yang diterima wartawan dari Jalil Rambe warga Mandalasena, menjelaskan, rumah panggung dari bahan kayu dengan ukuran sekitar 5×8 meter persegi itu, ditempati pasangan suami istri, Sahdan Rambe dan Masdelipa.

“Pemilik rumah itu masih saudara saya. Saat kejadian, abang dan kakak itu bermalam menjaga padi di Saba Tonga, dekat rambin menuju Tano Hudon. Keduanyapun langsung dikabari saat itu juga,” terangnya.

Dikatakan, dugaan secara umum ditengah masyarakat, kebakaran itu, diakibatkan oleh api dari tungku memasak air nira menjadi gula aren (pangguloan). Sekalipun, abang dan kakak itu mengaku telah memadamkan api sebelum berangkat ke sawah menjaga tanaman padi,” terangnya seraya menyebut, tak ada yang bisa diselamatkan dari kejadian itu.

BACA JUGA..  Pabrik Pipa di Sunggal Terbakar, Ini Penyebabnya

“Termasuk surat surat, ternak, padi dan pakaian serta seisi rumah,” ucapnya.

Disebut, saat ini korban musibah itu masih menompang tinggal dirumah saudara. Dan, sepengetahuannya, belum menerima bantuan dari pemerintah.

Senada dikatakan Ahmad Saputra Rambe (17). Anak muda yang sedang menimba ilmu disalah satu pesantren di Tapsel ini mengaku, mengetahui kebakaran rumah itu, setelah saudaranya Armed Yunanri Rambe diberitahu dari kampung.

BACA JUGA..  Dua Truk Tabrakan, Pengemudi Satu Luka Serius

“Kami pas pulang sekolah, datang kabar dari kampung bahwa rumah si Armed terbakar. Diapun pulang kekampung ditemani salah seorang dari kami sekelas,” ucapnya.

Disampaikan, sebagai teman sekelas, sekampung dan masih memiliki hubungan persaudaraan, mereka telah berupaya menggalang dana bantuan untuk meringankan beban hidup keluarga sahabat sekaligus saudaranya itu, terutama dilingkungan pesantren, tempat mereka menimba ilmu.

“Semoga ada bantuan dari pemerintah,” harapnya mengakhiri. (ran)