Balai Musyawarah Polres Asahan Bantu Selesaikan Masalah Warga

oleh -97 views

POSMETROMEDAN.com – Balai Musyawarah Polres Asahan adalah bertujuan untuk membantu menyelesaikan permasalahan warga. Program itu murni diinisiasi AKBP Putu Yudha Prawira SIK, M.H sebagai Kapolres.

Melalui surat telegram No.101/VIII/BIN.1./2021 tanggal 3 Agustus 2021, program ini resmi diluncurkan sebagai gerakan yang menjunjung prinsip-prinsip musyawarah untuk mufakat terkait penyelesaian masalah warga di Kabupaten Asahan.

Menanggapi program tersebut, Polsek Bandar Pulau Polres Asahan Polda Sumut, langsung menggelar restorative justice dalam perkara tindak pidana Penghinaan bertempat di Balai Musyawarah Polsek Bandar Pulau.

Balai musyawarah tersebut dihadiri oleh Kapolsek Bandar Pulau, AKP Ali Yunus Siregar, Kanit Reskrim, Ipda Erlyanto, penyidik pembantu Bripka J Siregar SH pengacara korban Abdul Halim SH, korban, terduga pelaku, keluarga pelaku, keluarga korban saksi serta para tokoh masyarakat sekitar.

BACA JUGA..  Kapolrestabes Medan Kunjungi Polsek Medan Baru

Kapolres Asahan, AKBP Putu Yudha Prawira SIK, M.H, menjelaskan bahwa balai musyawarah dengan Restorative Justice tersebut digelar sehubungan dengan terjadinya tindak pidana Penghinaan yang terjadi di Dusun IV, Desa Gajah Sakti, Kecamatan Bandar Pulau, Sabtu (23/10/2021) kemarin.

“Adapun terduga pelaku berinisial BR dan korban berinisial APT yang merupakan warga Kecamatan Aek Songsongan. Dari hasil dibalai musyarawah tersebut menyatakan kedua belah pihak sepakat untuk berdamai. Korban tidak membuat laporan pengaduan dan membuat pernyataan tidak menuntut kejenjang  kejaksaan dan pengadilan,” ungkap Putu.

BACA JUGA..  Menjelang Libur Nataru, BKAG Imbau Umat Kristiani Tidak Mudik

Dijelaskan Putu, bahwa upaya keadilan restoratif merupakan salah satu program prioritas Kapolri dan sesuai dengan implementasi dari pejabat pembuat komitmen (PPK).

“Konsep ini adalah mengalihkan proses pidana di luar pengadilan dengan menganut prinsip win-win solution, tidak ada yang dirugikan dan diuntungkan dalam kasus ini. Tujuannya adalah menjunjung prinsip-prinsip musyawarah untuk mufakat seperti nilai falsafah kehidupan luhur Bangsa Indonesia. Restrorative Justice ini hanya berlaku satu kali, kalau besok terduga pelaku, BR melakukan perbuatan yang melanggar hukum (pidana), maka tidak ada lagi haknya untuk mengajukan restoratif,” tandas mantan Kapolres Tanjung Balai ini.

BACA JUGA..  Polresta Deliserdang Terima Piagam Presisi Award

Sementara itu Kapolsek Bandar Pulau, AKP Ali Yunus Siregar menyampaikan selama kurun waktu dua bulan ini September-Oktober 2021 sudah menyelesaikan 3 kasus dengan cara Restrorative Justice di balai Musyawarah Polsek Bandar Pulau, yaitu pertama kasus pencurian berondolan buah kelapa sawit di PT SSL Kebun Pulau Maria yang terjadi pada tanggal 11 September 2021.

Kedua, kasus penganiayaan di Desa Gunung Melayu yang terjadi pada tanggal 17 September 2021, dan yang ketiga permasalahan Penghinaan yang terjadi pada tanggal 23 Oktober 2021 di Dusun IV Desa Gajah Sakti, Kecamatan Bandar Pulau Kabupaten Asahan. (gib)

EPAPER