Bibir Bu Lurah Pecah Dianiaya Oknum TNI, Denpom Dalami Cuitan Korban di FB

oleh -167 views
Walmaria Zalukhu

POSMETROMEDAN.com – Postingan Walmaria Zalukhu di akun Facebooknya dengan kondisi mulut berdarah, seketika viral.

Sebab dalam keterangan foto tersebut, luka itu akibat dianiaya oknum TNI berinisial Serda JS.

Dalam keterangannya, Walmaria menyebut pelaku bertugas sebagai Babinsa Pahae Julu, Tapanuli Utara.

Penganiayaan terhadapnya bermula dari adanya operasi YUSTISI (operasi yang melibatkan personil gabungan TNI Polri dan stakeholder lainnya) serta penerapan PPKM LEVEL 4 pada hari Minggu, 22 Agustus, Pukul 23.00 WIB.

Pada kegiatan itu, Petugas Satgas mengingatkan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dan penerapan PPKM Level 4 karena JS memiliki warung kelontong di rumahnya.

Merasa tidak senang, JS tiba-tiba bertindak arogan serta menganiaya Walmaria.

Akibatnya, darah segar mengucur dari hidung dan mulut Walmaria.

Atas dasar itu pula, Walmaria memohon keadilan atas kejadian yang menimpannya.

BACA JUGA..  Bobol Kafe di Ringroad, Dua Sohib Ditangkap Polisi

Belakangan diketahui, Walmaria merupakan Lurah Asuhan, Siantar.

Dan kasus ini telah ditangani Denpom I/Siantar. Sementara motif penganiayaan masih belum jelas.

Kapenrem 022/Pantai Timur, Mayor Sondang Tanjung membenarkan Serda JS memukul Walmaria.

Berdasarkan informasi awal yang diterima Sondang dari Kapolsek, pada malam kejadian memang ada kegiatan operasi yustisi.

Hanya saja lokasinya di Tomuan, bukan di Kelurahan Asuhan (lokasi kejadian).

Karenanya, petugas masih mendalami keterangan (cuitan) Walmaria lewat laman Facebooknya.

Sondang juga menyinggung soal kedai kelontong yang disebutkan Walmaria Zalukhu dalam Facebook-nya.

Disebutkan, usaha yang dimiliki JS merupakan warung kelontong menjual sembako, dan sektor usaha tidak masuk kategori penertiban dalam PPKM.

Terpisah, perihal perbedaan lokasi razia dengan TKP penganiayaan juga disampaikan salah seorang relawan Satgas Covid-19 Kelurahan Asuhan, Tumpal Situmorang.

BACA JUGA..  Terinspirasi Film Porno, Remaja 16 Tahun Cabuli 2 Bocah Bersaudara

Meski razia bukan di area permukiman Walmaria, namun mereka memang sempat memantau kediaman Serda JS.

Kebetulan, rumah JS dengan Walmaria hanya berjarak satu rumah saja.

Hanya saja, dalam pantauan dimaksud, mereka tidak melihat adanya keramaian di warung kelontong milik JS.

“Jam tujuh malam (19.00 WIB) kami melapor (pada Walmaria Zalukhu). Kami lapor kondisi warungnya (Serda JS) biasa aja, enggak ada keramaian,” kata Tumpal, Senin (23/8/2021).

Setelah menerima laporan dari Tumpal, Walmaria langsung menuju kantor kecamatan.

Karenanya, Tumpal sendiri bingung bagaimana penganiayaan itu bisa terjadi.

“Gara-gara apa masalahnya, kami enggak tahu. Selama ini bagus-bagus saja hubungannya. Apalagi keduanya masih bertetangga,” kata Tumpal, sembari mengungkap, Walmaria dan JS sama-sama punya usaha jualan sayur.

BACA JUGA..  Disergap Polisi, Dua Sekawan Gagal Nyabu

“Sama sama berdagang sayur mereka ini. Suami Bu Lurah berdagang (keliling). Kita enggak tahu, kata warga enggak ada masalah mereka di situ,” kata lelaki yang juga menjabat sebagai Kepala Lingkungan di Kelurahan Asuhan ini.

Tumpal mengaku tak ada warga yang tahu kronologi penganiayaan terhadap Walmaria. Sebab tak saksi malam itu yang bisa menceritakan kejadian pemukulan.

Pasca kasus ini di dalami pihak Denpom, belakangan Walmaria meminta maaf karena mengaitkan penganiayaan terhadapnya dengan operasi yustisi PPKM Level IV di Pematangsiantar.

“Dengan ini memohon maaf apabila dalam postingan saya di FB membawa kesatuan Satgas, di mana proses kejadiannga saya alami sendiri sebagai dampak pekerjaan saya, demikian,” kata Walmaria kepada wartawan.(bbs/ras)

 

EPAPER