Biadab, di Bulan Ramadhan 3 Gadis di Langkat Jadi Korban Dukun Cabul

oleh -2.298 views

EPAPER

POSMETROMEDAN.COM Tiga (3) gadis dibawah umur, warga Kecamatan Hinai Kabupaten Langkat, menjadi korban pelecehan seksual dibulan ramadhan 1442 H.

Perlakuan biadap itu, diduga dilakukan PR (36) warga Desa Paya Perupuk, Kecamatan Tanjung Pura Kabupaten Langkat.

Lokasinya, disalah satu rumah korbannya di Kecamatan Hinai, Langkat, Jumat (16/4/2021) sekitar pukul 17.30 WIB.

Dari informasi yang dihimpun, korbannya, berusia 14 tahun, 15 tahun dan 18 tahun. Pelaku memuluskan praktek bejatnya, dengan mengaku sebagai dukun yang bisa mengobati penyakit korbannya secara supranatural.

Menurut MY (44) warga setempat, dari pengakuan ketiga gadis tersebut. Awalnya, pelaku datang ke Desa si korban, untuk membeli steling dari seorang warga.

Kemudian, pelaku melihat ketiga gadis itu duduk berkumpul didepan rumah, milik salah korbannya.

BACA JUGA..  Operasi Ketupat Toba 2021, Dit Resnarkoba Poldasu dan Jajaran Tes Urine Pengemudi

Dilihat cantik, birahi pelaku pun memuncak. Lalu dengan percaya diri, pelaku menghampiri ketiga korban.

Sesat berbincang, pelaku langsung mengaku seorang dukun, serta menuding ketiga korban memiliki penyakit. Yakni ada sebuah jarum yang tertancap didada korban secara ghaib, yang dilakukan oleh orang yang mendengki.

Setelahnya, pelaku mengaku mampu mengobati dengan mencabut jarum tersebut dari dada korban.

“Pelaku mengatakan, dia bisa mengobatinya, korban dikenakan biaya Rp100 ribu perorang,”ungkap MY.

Anehnya, sambung MY, ketiga korban mengaku seperti dihipnotis. Sebab, langsung percaya dan rela menuruti kemauan pelaku.

Pelaku melancarkan aksi bejatnya, dengan mengajak ketiga korban masuk kedalam kamar di rumah salah satu korban.

BACA JUGA..  Jelang Lebaran, TNI/Polri dan Pemko Semprot Disinfektan Skala Besar

Didalam kamar, pelaku membuka baju bagian atas milik korbannya. Setelahnya, pelaku dengan sesuka hati meraba dan meremas – remas kedua buah dada milik ketiga korbannya.

“Ketiga korbannya digilir, diperlakukan sama seperti itu. Bahkan pelaku memphoto buah dada ketiga korbannya, pakai handphone milik pelaku,”terang MY.

Parahnya lagi, lanjut MY, pelaku sempat mengeluarkan kemaluannya, lalu menyuruh korbannya untuk memegangnya.

“Pelaku mengatakan, spermanya bisa membantu mengobati penyakit dari korbannya,” cetusnya.

Usai memuaskan nafsu bejat itu, pelaku pulang, meninggalkan ketiga korbannya. Setelahnya, ketiga korbannya baru sadar, kemudian mengadukan pelecehan seksual yang dialaminya kepada warga.

Mendengarkan kejadian itu, warga berang lalu menyusun siasat agar pelaku kembali datang malam itu juga, untuk kembali melakukan perbuatan biadabnya.

BACA JUGA..  Pangdam I/BB dan Wakapolda Cek Karantina WNI di Kota Medan

Akhirnya, siasat itu berhasil, pelaku percaya dan kembali datang. Saat mengobati korbannya dengan cara yang sama. Disaat itulah, kata MY, puluhan warga berhasil menangkapnya, sekitar pukul 21.30 WIB.

“Dari handphone pelaku, kami banyak menemukan poto buah dada dari ketiga korban,” sebut MY.

Selanjutnya, warga menyerah pelaku ke Polsek setempat. Lalu karena penanganan anak dibawah umur adanya di Polres.

Warga menggiring pelaku, untuk diserahkan kepada Unit PPA Polres Langkat.

Kapolsek setempat, AKP Adi Alfian, saat dikonfirmasi awak media, membenarkan kejadian itu dan mengatakan bahwa kasusnya sudah ditangani oleh Polres Langkat.

“Saat ini, pelaku masih menjalani proses penyidikan di Polres Langkat,” sebutnya.(yan)

EPAPER