Galian C Ilegal, Diduga Banyak Beroperasi di Wampu

oleh -5.049 views

EPAPER

Aktivitas galian C diduga ilegal di Kecamatan Wampu, Langkat

POSMETROMEDAN.COM-Banyak aktivitas galian C tanah timbun Ilegal bebas beroperasi, diduga berada di Kecamatan Wampu Kabupaten Langkat. Tidak memberikan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Langkat dari sektor pertambangan.

 

Dari informasi, seorang masyarakat sekitar,  tidak ingin indentitasnya disebutkan, mengatakan, sedikitnya ada lima titik galian C diduga kuat ilegal berada di Wampu, diantaranya milik inesial AG dan IH, hingga kini bebas beroperasi, Sabtu (20/3/2021) sore.

 

“Mereka bebas beroperasi, hingga kini tidak ada penindakan hukum dari aparat dan instansi terkait,”ungkapnya.

 

Titiknya, sebut warga itu, berada di Paya Jongkong, Paya Kandang, Bukit Kuda, Sumber Rejo dan di Bingai.

 

Tanah timbun itu, menurutnya,  materialnya diduga digunakan untuk proyek jalan Tol Binjai-Langsa. Dapat membuat, pengusaha galian C legal akan terancam bangkrut.

BACA JUGA..  Wajib Dipatuhi Warga Tebingtinggi, Ini Pedoman Beribadah Ramadhan 1442 Hijriah

 

Sebab, mereka tidak mampu bersaing dengan unit-unit usaha galian C ilegal, yang diduga menjual hasil galiannya dengan harga yang relatif rendah.

 

“Bukan saja merugikan pemerintah terkait pajaknya. Galian C ilegal, juga merugikan pengusaha yang legal,” cercanya.

 

Ia pun berharap, kepada PT HKI selaku penyelenggara proyek Tol, dapat bertindak tegas. Yakni, tidak menerima material dari kuari ilegal.

 

“HKI harus tegas. Sebab bukan saja terkait pajak, Pemkab Langkat juga akan dirugikan akibat kerusakan jalan, yang harus diperbaiki, sebab aktivitas galian C ilegal,” sebutnya.

 

Diketahui, dari lokasi tambang milik inesial AG dan IH yang diduga ilegal itu, terlihat dump truk berwarna hijau muda, hilir mudik mengangkut material tanah urug dari lokasi kuari menuju proyek tol.

 

“Dari satu kuari, per harinya bisa keluar minimal 30 dump truk. Setau aku, di Wampu ini cuma dua titik kuari yang punya izin. Itu pun, satu kuari izinnya akan mati bulan Maret ini,” lanjut sumber.

BACA JUGA..  Covid-19, Tebingtinggi Persiapkan Program Ramadhan Lebih Matang

 

Sementara, Humas PT HKI Zona 3 Andi, saat dikonfirmasi tentang sanksi terkait vendor yang mensuplai material tanah timbun dari kuari ilegal,  belum memberikan tanggapannya.

 

Hingga berita ini ditulis, yang bersangkutan belum menjawab, meskipun pesan WhatsApp sudah terkirim ke selulernya.

 

PAD Langkat Kebocoran

Praktisi hukum Kabupaten Langkat, Safril SH menjelaskan, setiap praktik pertambangan galian C ilegal akan merugikan negara. Sebab aktivitasnya tidak memberikan kontribusi PAD dari sektor pertambangan.

 

Ia menduga, membuat Pemkab Langkat mengalami kebocoran PAD, diduga dari ratusan juta hingga miliaran rupiah.

BACA JUGA..  Kerjasama ALDA KITA, Disepakati RSU Delia dan Disdukcapil Langkat

 

“PAD yang seharusnya dapat diserap dari sektor pertambangan, ini malah bocor begitu saja. Ini kan jelas sudah merugikan negara,” cetusnya.

 

Untuk itu, Ia berharap PAD itu dapat segera diselamatkan oleh Pemkab Langkat dan aparat kepolisian, dengan segera menertibkannya.

 

Namun disayangkannya, hingga kini belum juga ada tindakan tegas. Ia pun menduga, galian C diduga ilegal itu, masih bebas beroperasi, sebab ada ‘main mata’ antara aparat penegak hukum dengan pengelolanya.

 

“Ini, tidak bisa terus dibiarkan, harus segera ditertibkan, guna melindungi pelaku usaha legal yang membayar retribusi ke kas daerah,” pungkas Safril.

 

Sembari menambahkan, aktivitas galian C diduga ilegal, juga berdampak terhadap kerusakan lingkungan dan jalan rusak, yang merugikan masyarakat sekitar.(red)