MANDIRI SYARIAH

Tambul Tuak Berujung Maut, Sitohang Tewas Dibantai Nadeak Cs

oleh -2.924 views
ILUSTRASI

EPAPER

POSMETROMEDAN.com-Frengky Manutur Sitohang meregang nyawa usai dibantai Freddy Fringanto Nadeak alias Ucok (26) bersama 2 rekannya.

Motifnya sepele. Tambul (cemilan untuk minum tuak) jadi pemicu perkelahian tak seimbang itu.

Hal itu terungkap saat sidang yang dilakukan melalui video conference di Ruang Cakra 5, Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (10/2/2021) sore.

Dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Fuad Farhan dari Kejari Belawan dibacakan di depan majelis hakim yang diketuai Sutardoko

“Dua rekan Nadeak yang ikut melakukan penganiayaan masing-masing, Ampri Hasiholan Simangungsong alias Ampri (berkas penuntutan terpisah) dan Lambok Krino Manalu (DPO),” tutur JPU Fuad.

Dijelaskan JPU Fuad dalam dakwaannya, peristiwa terjadi pada 10 Februari 2018 sekira pukul 23.00 WIB.

“Saat itu sekira pukul 22.00 WIB, Lambok Krino Manalu datang ke kedai tuak milik saksi Mian mengambil tambul milik Frengky (korban),” sebut JPU Fuad.

Sikap Lambok yang asal comot tambul tanpa permisi, membuat Frengky marah dan terjadi pertengkaran.

“Diduga emosi, Frengky memukul kepala Lambok menggunakan gelas hingga pecah dan berdarah,” tutur JPU Fuad.

BACA JUGA..  Anak Amplas Tewas Dibantai Geng Motor

Lambok kemudian pergi ke luar pakter tuak dan bertemu Ampri Simangunsong yang sedang duduk sambil minum di warung yang terletak di Lorong Gereja.

“Sambil memegangi kepalanya yang berdarah, Lambok menceritakan bahwa dia dipukul oleh Frengky menggunakan gelas di warung tuak milik Mian,” sebut JPU Fuad.

Lambok lalu meminta Ampri untuk membantunya melawan Frengky.

“Tanpa pikir panjang Ampri menyetujui. Keduanya lalu berjalan kaki menuju Lorong III untuk mencari Frengky,” ujar JPU Fuad.

Di perjalanan, mereka bertemu dengan Freddy (terdakwa) yang sedang memegang kayu.

“Siapa orang yang memukulmu,” tanya Fredy kepada Lambok seperti ditirukan JPU Fuad.

Setelah diberitahu siapa orangnya, kemudian Freddy bersama Lambok berjalan lebih dahulu masuk ke Lorong III.

“Sedangkan Ampri menyusul dari belakang,” sebut JPU Fuad.

Setelah sampai di Lorong III terdakwa menanyakan kepada Lambok siapa orang yang memukulnya.

Kemudian Lambok menunjuk ke Frengky yang disusul Freddy menghampiri Frengky.

BACA JUGA..  Bunuh Istri Divonis Seumur Hidup, Pengadilan Militer Tambah Hukuman Praka MPC

“Kenapa kau pukul kawan aku,” hardik Freddy kepada Frengky.

“Apa urusanmu?” tanya Frengky balik.

Frengky kemudian mengejar dan memukul Lambok sehingga keduanya terlibat duel.

“Freddy yang tidak senang lalu memukulkan kayu yang dibawanya ke arah kepala dan punggung korban Frengky sebanyak 3 kali sehingga tersungkur ke tanah,” jelas JPU Fuad.

Melihat Frengky tersungkur ke tanah, Freddy berniat pergi dari lokasi perkelahian.

“Mengetahui orang yang memukulinya akan pergi, Frengky lalu memegang baju bagian belakang Freddy,” sebut JPU.

Freddy kemudian berusaha melepaskan diri dengan memukul tangan Frengky.

“Pada saat bersamaan Ampri juga memukul ke arah kepala belakang Freddy menggunakan kayu sebanyak 1 kali, sehingga Frengky kembali tersungkur dan jatuh ke tanah,” sebut JPU Fuad.

Mengetahui Frengky tak berdaya dan terkapar di tanah, terdakwa Freddy bersama dengan Ampri dan Lambok langsung melarikan diri.

“Sedangkan korban Frengky dibawa oleh warga dan temannya ke rumah sakit dan korban meninggal dunia setelah mendapat perawatan medis,” beber JPU Fuad.

BACA JUGA..  Modal 30 Ribu, Pengangguran Ini Embat ABG di Rumah Kosong

Hasil keterangan RS Siloam Dhirga Surya yang ditandatangani Dr. Andrei Sitepu menyatakan, Frengky telah meninggal dunia pada 11 Februari 2018 pukul 20.55 WIB.

“Berdasarkan surat keterangan dari RS Siloam Dhirga Surya No. DOE/002/SHMD_SKK/II/2018 tanggal 11 Februari 2018,” jelas JPU Fuad.

Hasil pemeriksaan luar mayat, Freddy menderita luka robek di kepala belakang, memar pada mata sebelah kiri, keluar darah dari kedua lobang hidung dan empat luka gores di dada sebelah kiri.

“Pemeriksaan luar ini berdasarkan Visum Et Repertum RS. Bhayangkara Medan No. 05/II/KFM/VER/2018 tanggal 12 Februari 2018 yang ditandatangani oleh dr. Ismurrizal, SH, Sp.F,” papar JPU Fuad.

Selain itu, didapati banyak luka memar di sekujur tubuh korban dan tulang tengkorak kepala bagian belakangnya pecah.

“Dari hasil pemeriksaan luar, penyebab kematian korban lemas karena pendarahan yang banyak,” urai JPU Fuad.

Perbuatan terdakwa diancam pidana Pasal 170 ayat (2) ke-3 KUHPidana. Majelis Hakim melanjutkan persidangan pekan depan.(ala)