MANDIRI SYARIAH

9 Bulan Gaji Belum Cair, Nakes Covid-19 Pirngadi Demo

oleh -1.329 views

EPAPER

POSMETROMEDAN.com – Terhitung sejak Mei 2020 hingga Januari 2021, gaji Tenaga Kesehatan (Nakes) yang melayani pasien Covid-19 di RSUD dr Pirngadi Medan belum dicairkan.

Akibatnya puluhan Nakes Covid-19 tersebut menggelar aksi unjukrasa di rumah sakit milik Pemko Medan tersebut, Rabu (10/2).

Dengan memakai Alat Pelindung Diri (APD) lengkap, para Nakes tersebut berorasi sambil memegang poster bertuliskan “Tolong Kami, Bayarkan Gaji Covid-19!! Dari bulan Mei 2020 sampai Januari 2021.” Teriak pendemo.

Menanggapi hal ini, Kabag Hukum dan Humas RSUD dr Pirngadi Medan, Edison Perangin-angin mengatakan, aksi unjukrasa tersebut salah alamat.

BACA JUGA..  Super March Promo, Cara Honda Mudahkan Konsumen Miliki Motor Impian

“Mereka merasa RS yang tidak membayar uang Nakes Covid-19 itu. Padahal kita hanya mengusulkan nama-namanya ke Dinas Kesehatan, baru Dinas Kesehatan Medan yang mentransfer langsung ke rekening mereka. Bulan Maret dan April 2020 sudah dibayar, selanjutnya belum,” kata Edison.

Sedangkan gajinya sebagai pegawai, sudah dibayar RSU Pirngadi Medan. “Kalau gaji baru bulan Januari yang belum dibayar,” imbuhnya.

BACA JUGA..  Satpol PP Sumut dan Medan Tertibkan Reklame Sembarang

Dijelaskannya, baru-baru ini dirinya sudah menjelaskan ke Nakes, jika gaji layanan Covid-19 bukan kewenangan pihak RS.

“Menyampaikan aspirasi wajar. Tapi udah saya terangkan itu dua hari yang lalu,” tambahnya sembari memastikan pelayanan Covid-19 tidak terganggu karena penyampaian aspirasi dilakukan sebentar.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, dr Edwin Effendi terkesan melempar bola panas tersebut ke RS Pirngadi Medan.

“Itu urusan internal Pirngadi. Harusnya manajemen Pirngadi lah yang menjelaskan semua,” katanya.

BACA JUGA..  Bobby Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Anggota Babinsa Kodim 0201 BS

Sebab menurut Edwin, pihak manajemen RSUD dr Pirngadi Medan tahu persis bagaimana prosedurnya. Mulai dari kelengkapan berkas, pengusulan, hingga kesiapan untuk insentif bagi nakes tersebut.

“Karena kalau kita kan tinggal meneruskan saja. Jadi mengenai kelengkapan itu, pengaturan dan siapa-siapa saja (penerima) kan internal pirngadi,” tegasnya.

Oleh karena itu, Edwin menyarankan agar hal ini dipertanyakan ke manajemen atau Direktur RSUD dr Pirngadi Medan. Bukannya ke Dinas Kesehatan. (ali)