MANDIRI SYARIAH

Siswi SMP Tiga Tahun Digagahi Ayah dan Abang Kandung

oleh -76 views
DIAMANKAN : AA dan MI diamankan karena telah menodai anak kandungnya selama 3 tahun.(IST/POSMETRO MEDAN)

POSMETROMEDAN.com – Nasib pahit dialami DSN (13). Siswi di salah satu SMP Negeri ini jadi budak seks ayah dan abang kandungnya. Aksi bejat itu dialaminya sejak tahun 2018 lalu, saat korban masih SD.

Penderitaan DSN baru terungkap pada tahun 2020 setelah korban tak sanggup memendam kebejatan si ayah berinisial AA (55) dan abangnya, MI (16).

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Deliserdang, Kompol Muhammad Firdaus, mengatakan, tindakan asusila yang dilakukan ayah dan kakak kandung terhadap korban memiliki motif berbeda.

“Pelaku AA yang merupakan ayah kandungnya bermotif karena tergiur kemolekan tubuh korban. Sedangkan abangnya, MI karena sering nonton video porno,” katanya dalam keterangan pers di Markas Kepolisian Resor Kota (Polresta) Deliserdang.

BACA JUGA..  Karaoke Scorpio Diduga Jadi Lapak Peredaran Ekstasi

Pemerkosaan yang dilakukan oleh dua orang pelaku terhadap korban, pertama kali terjadi pada bulan Maret tahun 2018.

“Korban DSN saat itu masih duduk di kelas 5 Sekolah Dasar,” ungkapnya.

Terungkap pertama yang menodai DSN adalah abang kandungnya MI. Setelah itu dilakukan ayahnya.

“Kedua pelaku melakukan pencabulan tidak saling mengetahui,” katanya.

Mantan Kanit Ekonomi Polrestabes Medan ini mengungkapkan, para pelaku seusai melakukan aksi bejatnya selalu mengancam korban agar tidak memberitahukan kepada ibunya.

SEMANGAT : Babinsa dan petugas desa mendatangi rumah korban (dua dari kanan) dan memberi semangat kepada keluarga.(IST/POSMETRO MEDAN)

Lebih lanjut mantan Kanit Bunuh Culik (Buncil) Subdit III Jatanras Polda Sumut ini mengatakan, dua orang pelaku dijerat pasal 81 ayat (3) subs pasal 82 ayat (1) Jo pasal 76D, 76E Undang-undang nomor 17 tahun 2016 atas perubahan bernomor 23 tahun 2003 tentang perlindungan anak.

BACA JUGA..  Telap Dana Desa 500 Juta, Oknum Kades di Langkat Kabur Bersama Keluarga

“Abang dan ayah kandung korban terancam hukuman maksimal 20 tahun kurungan penjara,” terang alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2006 ini.

Peristiwa ini terungkap pada Kamis 24 Desember 2020 pukul 13.30 WIB. Korban menceritakan kepada saksi inisial RA, bahwa dirinya telah dicabuli oleh ayah dan kakak kandungnya. Saksi memberitahukan hal tersebut kepada ibu kandung korban J (52).

Mendengar itu, J langsung menanyai korban dan mengakui bahwa ayah dan abang kandungnya telah mencabuli korban mulai tahun 2018 hingga tahun 2020.

BACA JUGA..  Tubuh Penuh Luka Tusukan, Mr X Tewas Telungkup di Parit

“Kepada ibunya, korban mengaku dicabuli sebanyak 20 kali oleh ayah kandungnya. Sedangkan abang kandung korban sebanyak 5 kali. J yang merasa keberatan langsung membuat laporan,” ungkap Firdaus.

Kemudian pada Kamis 7 Januari 2021 pukul 21.30 WIB, tim mendapat informasi bahwa dua orang pelaku sedang berada dirumahnya di Kecamatan Tanjung Morawa.

Sekitar pukul 22.15 WIB, tambahnya, tim langsung melakukan penangkapan terhadap dua orang pelaku di rumahnya tanpa perlawanan, dan langsung diboyong ke Markas Polresta Deliserdang.

Selain hukuman pidana, AA dan MI juga terancam hukuman kebiri.

“Untuk penerapan hukuman kebiri ini, kami akan berkoordinasi dengan jaksa penuntut umum,” kata Kompol Muhammad Firdaus, Sabtu (9/1/2021).(bbs/ras)