MANDIRI SYARIAH

Karaoke Scorpio Diduga Jadi Lapak Jual Inex, Pengamat: Polisi Jangan Omdo

oleh -2.536 views
Syahrul Ramadhan Sihotang SH

EPAPER

POSMETROMEDAN.com-Dugaan peredaran ekstasi (inex) di Karaoke Televisi (KTV) & Bar Scorpio jadi perhatian banyak orang. Praktisi hukum asal Medan, Syahrul Ramadhan Sihotang SH pun bersuara.

Syahrul menyebut, harusnya pihak Polda Sumut tanggap dengan informasi tentang bebasnya peredaran ekstasi di dalam Karaoke Scorpio.

“Dengan adanya informasi dari masyarakat bahwa ada peredaran narkotika di (Karaoke) Scorpio itu, maka kita harapkan Kapolda (Sumut) tanggap untuk menelusuri kasus itu. Untuk membuktikan informasi tersebut,” tegasnya di Medan, Kamis (21/1) malam.

Menurut Syahrul, pembuktian ini wajib untuk memberikan informasi yang jelas bagi masyarakat Sumut. Khususnya Kota Medan.

“Jadi info itu tidak menjadi berkembang (dengan negatif) bagi masyarakat. Apa lagi dengan kondisi saat ini, pihak kepolisian seharusnya lebih aktif,” katanya melalui sambungan selular.

Jika terbukti, kata Syahrul, pengelola tempat harus turut diperiksa. Sebab, pihak pengelola harus mengetahui aktifitas di dalam karaoke tersebut.

BACA JUGA..  Pungli di Wisata Pemandian Air Panas Doulu Merajalela, Polres Karo Tutup Mata

“Kalau terbukti, tahan dan proses. Polisi jangan hanya omong doang (Omdo) mau membersihkan narkoba, itu ada informasi kenapa harusnya ditindaklanjuti,” tegas Syahrul.

Ditanya soal Kapolsek Medan Baru yang bungkam ketika ditanya wartawan, Syahrul menilai Kompol Aris Wibowo tidak boleh seperti itu. Menurutnya, jangan sampai masyarakat berasumsi yang tidak-tidak soal bungkamnya kapolsek.

“Kalau memang ada (peredaran narkoba), tangkap saja para pelakunya di dalam (Karaoke Scorpio). Jangan hanya diam saja,” tutur Syahrul.

“Itu (bungkamnya kapolsek) bisa menimbulkan asumsi yang tidak-tidak di masyarakat,” sambung Syahrul.

Syahrul meminta keseriusan polisi untuk menindak para ‘pemain’ narkoba di Karaoke Scorpio. Bukan hanya narkoba, kerumunan pun harus ditindak.

“Bukan hanya narkoba, keramaian pun harus di tindak, apa lagi narkotika. Di masa pandemi sekarang ini orang berkumpul saja ditindak, apa lagi narkoba,” pungkasnya.

BACA JUGA..  Jelang Dilantik, Bobby Temui Gubsu Malam-malam

Diberitakan sebelumnya, Kapolsek Medan Baru bungkam saat ditanya POSMETRO MEDAN terkait dugaan peredaran ekstasi di Karaoke Scorpio.

Kompol Aris Wibowo tidak menjawab konfirmasi yang coba dilayangkan wartawan. Ia mengacuhkan WhatsApp yang dilayangkan wartawan Anda.

Beruntung, Kanit Reskrim Iptu Irwansyah mau memberi keterangan. Tapi seperti biasa, normatif.

“Terima kasih mas informasinya. Akan kami tindak lanjuti,” singkatnya.

Diketahui, Karaoke Scorpio diduga kuat menjadi tempat peredaran narkoba jenis ekstasi. Karaoke tersebut terletak di Jalan H Adam Malik, Medan.

Itu terbukti saat tim POSMETRO MEDAN melakukan penelusuran di lokasi tersebut. Awalnya sulit mendapatkan barang haram itu.

Bargaining yang panjang akhirnya membuat suasana mencair. Pil setan itu keluar.

“Biasa bang, Rp250 (ribu),” ujar seorang waitres pria menyebut harga inex dagangannya.

Setelah diamati, ekstasi tersebut berlogo Super Man. Warnanya merah batu bata.

BACA JUGA..  Dua Kurir Sabu Jaringan Internasional Diamankan, Begini Kronologis Penangkapannya

Juni 2020, Karaoke Scorpio pernah dirazia tim gabungan. Tim dari Ditresnarkoba Polda Sumut, Bid Propam, Ditsabhara Polda Sumut, Sat Brimob dan Den Pom I/5 Medan, bergerak ke lokasi.

Hasilnya, didapati setengah butir pil ekstasi. Sedangkan hasil tes urine, 8 perempuan dan 16 laki-laki positif narkoba.

Terpisah, salahsatu Manager Karaoke Scorpio, Erwin menolak untuk memberikan keterangan.

“Langsung konfirmasi ke Bang Doni ya, itu Humas sana (Scorpio). Terima kasih,” ucap Erwin melalui pesan WhatsApp, Selasa (19/1/2020) pukul 17.00 WIB.

Sedangkankan Doni yang disebut Erwin sebagai Humas Karaoke Scorpio, bingung saat dihubungi via selular. Ia tak membantah, tapi juga tidak mengamini.

“Aduh gimana ya bang, aku pun jarang ke TKP (Karaoke Scorpio). Tapi seharusnya abang kan bisa konfirmasi (langsung) ke Polres (Tabes Medan),” jelas Doni.(tim)