MANDIRI SYARIAH

Jelang Pelantikan Biden, Toko Senpi Kebanjiran Pesanan

oleh -105 views
AWASI: Tentara AS mengawasi pendemo pro Donald Trump yang membawa senjata.(IST/POSMETRO MEDAN)

EPAPER

POSMETROMEDAN.com– Toko senjata api di Amerika Serikat sedang kebanjiran pesanan menjelang pelantikan Presiden AS terpilih Joe Biden. Biro Investigasi Federal, FBI sudah memperingatkan potensi kekerasan saat acara pelantikan Biden.

Dilansir New Zealand Herald, Senin (18/1/2021) seorang pemilik toko senjata di Texas mengatakan kepada media lokal bahwa dia tengah berusaha merekrut staf tambahan untuk memenuhi lonjakan permintaan. Pemilik toko memperkirakan situasi ini dapat berlanjut hingga 24 bulan ke depan.

Penjual senjata, Stephen Gutowski memposting gambar tanda di luar toko lokalnya di Virginia yang menunjukkan “tidak ada amunisi yang tersedia”.

Sementara itu dilaporkan pada pameran senjata di Iowa adanya peningkatan penjualan yang signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Pada dasarnya kami telah menjual sekitar 50 persen dari senjata yang kami miliki,” ujar juru bicara dari salah satu vendor di pameran tersebut.

Dia mengatakan bahwa biasanya mereka menjual 13 senjata api di pameran seperti itu. Namun, hanya dalam beberapa jam pameran yang digelar pada Sabtu (16/1/2021) setempat, mereka sudah menjual hampir 75 senjata api.

Keamanan telah ditingkatkan dalam beberapa hari terakhir setelah FBI memperingatkan potensi adanya aksi protes bersenjata di Washington. Peringatan ini juga berlaku di semua 50 gedung DPRD negara bagian menjelang pelantikan Biden.

Otoritas Amerika Serikat mengkhawatirkan adanya serangan orang dalam atau insider attack, juga ancaman dari tentara Garda Nasional yang ditugaskan mengamankan pelantikan Biden pada 20 Januari nanti. Pemeriksaan internal pun dilakukan terhadap para anggota Garda Nasional itu.

Seperti dilansir Associated Press, Senin (18/1/2021), Pentagon telah menyetujui pengerahan 25 ribu personel Garda Nasional AS ke Washington DC untuk mengamankan pelantikan Biden, pekan ini. Beberapa waktu terakhir, FBI telah melakukan pemeriksaan mendalam terhadap mereka.

Langkah ini dilakukan di tengah kekhawatiran keamanan yang luas biasa di Washington DC, usai penyerbuan dan kerusuhan di Gedung Capitol AS oleh para pendukung Presiden Donald Trump pada 6 Januari lalu.(dtc)