MANDIRI SYARIAH

Bisnis Daging Kucing Mandala Terbongkar, Kucing Mahal Dijagal

oleh -2.275 views
KUCING DIJAGAL: Sebuah goni berisikan kepala kucing ditemukan di lokasi jagal Mandala II Medan Denai.(IST/POSMETRO MEDAN)

EPAPER

POSMETROMEDAN.com – Hilangnya kucing Persia Big Bone warna Hitam Putih milik Sonia Rizkika (22), menguak adanya bisnis daging kucing di Mandala II, Medan Denai.

Sempat berniat mengadu ke Poldasu, wanita berstatus mahasiswi itu akhirnya resmi melaporkan si penjagal ke Polsek Medan Area. Laporannya tertuang dalam surat Nomor LP/71/K/2020/Spkt Polsek Medan Area.

“Semua aman terkendali dan aku enggak jadi ke Polda (Sumut), jadinya ke Polsek Medan Area karena tadi mereka jumpain saya di lokasi. Lagi diproses dan kata polisinya bakal dituntaskan. Kita tunggu saja. Semoga (pelaku) diadili seadil-adilnya,” jelasnya, Kamis (28/1/2021).

Dalam laporannya, Sonia mengadukan perkara pencurian dan atau penganiayaan hewan peliharaannya (kucing) yang diperkirakan harganya Rp12 juta. Sonia benar-benar berharap kasus ini bisa dituntaskan agar tidak ada pembunuhan hewan peliharaan.

Polisi sendiri telah mendatangi lokasi yang diduga menjadi tempat pembunuhan massal kucing yang diduga untuk dikonsumsi. Di lokasi itu, polisi menemukan beberapa goni yang diduga berisi kepala kucing.

BACA JUGA..  Prediksi Pertandingan Liga Italia: Fiorentina vs Roma

“Sesuai video viral kejadian di jalan Tombak Bongkar memang wilayah kita, anggota Polsek Medan Arena bersama Kanit Reserse sedang menyelidiki di TKP,” ujar Kapolsek Medan Area Kompol Faidir Chaniago kepada wartawan, Kamis (28/1/2021).

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Medan Area, Iptu Rianto, mengungkapkan pihaknya masih melakukan penyelidikan.

“Kita dapat goninya, kita ambil. Anggota saat ini masih di lapangan,” jelasnya.

Sebelumnya, kasus ini viral setelah Sonia lewat akun Instagramnya, @soniarizkikarai, pada Rabu (27/1/2021) mengungkapkan kejadian tersebut. Dia mengaku kehilangan kucingnya.

Sonia pun bersama temannya mencari kucing tersebut. Kemudian, dia menerima informasi dari seseorang yang melihat kucingnya dimaksukan ke goni di kawasan Jalan Tangguk Bongkar 7, Mandala, Medan Denai.

“Hari ini (kemarin) saya mencari kucing saya yang dua hari yang lalu hilang. Setelah bertanya tanya kesana dan kemari akhirnya ada yang lihat kucing saya dimasukkan ke goni sama orang yang katanya sudah sering ngambilin kucing untuk dibunuh lalu dijual dagingnya dengan per Kg 70.000,” tulisnya di akun.

BACA JUGA..  Gubernur Edy Rahmayadi Kembali Perpanjang PPKM Hingga 14 Maret 2021

Akhirnya, Sonia memberanikan diri untuk langsung ke rumah orang yang dimaksud. Awalnya tetangga di sana enggan menunjukkan rumah tersebut, malah memberi alamat yang salah. “Sampai akhirnya saya bertanya sama anak anak di situ dan mereka menunjukkan rumah yang benar,” lanjutnya.

Setiba di lokasi, Sonia langsung bertemu dengan seorang pria yang diduga menjagal kucing-kucing itu. Sonia sempat mengalihkan pembicaraa soal kucing, lantaran warga sekitar memperingatkan untuk tidak langsung ke pokok bahasan.

Setelah berdebat panjang dengan pria itu. Teman Sonia, bernama Wulan tetiba melihat ada goni. Alangkah kagetnya mereka ternyata berisi kepala dan isi perut kucing.

BACA JUGA..  Dibunuh! Jasad Gondrong Dibuang ke Jurang Karo

“Pas ditanya jawaban mereka itu anjing, tapi buk wulan izin buka dan setelah membukanya kami melihat banyak kepala kucing bahkan kucing yang sedang hamil juga ada. Dan setelah itu saya lemas enggak bisa sambil nangis, lalu buk Wulan bilang “Nia ini ada kepala Tayo (kucingnya yang hilang)”. Saya pun tak sanggup lagi berdiri dan menangis sejadi jadinya,” sebutnya.

Peristiwa di lokasi semakin runyam, lantaran ada beberapa orang pria mendatangi mereka sambil marah marah karena terganggu dengan kegaduhan di tempat.

“Dia maki maki kami juga ditempat dan sempat hampir adu tangan sama Buk Wulan. Dan dia bilang kalau saya ngomong lagi dia bakal ludahi muka saya,” ungkapnya.

Dalam unggahannya, Sonia juga menyertakan gambar potongan-potongan anggota tubuh kucing-kucing yang mereka temukan di lokasi.

“Kucing di situ dipotong potong, dikuliti untuk dimakan,” bebernya.(pjs/ras)