MANDIRI SYARIAH

Selalu Nyusahi, Ibu Coret Anak dari Kartu Keluarga

oleh -85 views
Pernyataan Putus Hubungan

POSMETROMEDAN.com – Luapan kekesalan seorang ibu asal Tanjung Morawa, Deliserdang, terhadap anaknya menjadi tranding topic di media sosial. Pasalnya, si ibu mencoret anaknya dari kartu keluarga (KK).

Seolah ingin menguatkan keputusannya, si ibu bahkan mengumumkan putus hubungan tersebut dengan memasang iklan di media cetak (koran). Iklan ini lantas menjadi viral setelah diunggah oleh pemilik akun Twitter @menteridigital.

Beragam komentar dari serius hingga bercanda memenuhi komentar di akun tersebut.

“Dicoret dari Kartu Keluarga dan diiklankan di koran,” tulis akun Twitter @menteridigital, dikutip Jumat (18/12/2020).

Dari postingan tersebut, pengumuman yang memajang foto wajah pria itu, sang ibu menyebut anaknya tidak mau mendengarkan nasihatnya lagi.

Oleh sebab itu, mulai 16 Desember 2020 pria tersebut tidak diakui lagi sebagai anak. Begini bunyi pengumumannya.

“Pernyataan Putus Hubungan. Bahwa yang tersebut di bawah ini: Nama: Dr (inisial) (Lk), Tempat & Tgl lahir: Medan, 14-10-1995, Alamat: Jalan Pahlawan, Tanjung Morawa. Mulai hari ini 16 Desember 2020 tidak saya akui lagi sebagai anak, karena ianya tidak mau mendengarkan nasihat dan kurang ajar, serta melawan terhadap saya, sehingga menyusahkan saya sebagai orangtuanya. Maka sejak pernyataan ini dimuat, segala tindak-tanduknya di luar adalah menjadi tanggung jawab dirinya sendiri. Tanjung Morawa, 16 Desember 2020. Yang membuat pernyataan, Dto, HB (Ibu),”

Sontak saja hal tak lazim tersebut viral dan ramai dikomentari oleh netizen di Twitter. Ternyata hal serupa juga terjadi sebelumnya.

Beberapa netizen mengunggah foto pengumuman putus hubungan keluarga yang juga dimuat di koran, di Medan di provinsi yang sama.

Akun tersebut pun berhasil menuai ribuan respon warga net. Hingga kini, belum diketahui nasib pria yang sudah tak diakui lagi itu.

Kepala Dinas Dukcapil Sumut, Ismail Sinaga, mengatakan pernyataan putus hubungan itu punya dampak hukum perdata. Menurutnya, pakar hukum perdata bisa menjelaskan detail dampak hukum dari pernyataan itu.

“Efeknya terkait hukum keperdataan,” sebut Ismail.(bbs/ras)