Cewek Montok Gagal Diperkosa Driver Grab

oleh
oleh
Korban saat diamankan warga usai lolos dari upaya pemerkosaan.

POSMETRO MEDAN – Cewek montok inisial B (20) berhasil lolos dari upaya pemerkosaan oleh driver Grab, di perkebunan tebu Hamparan Perak, Senin (29/6/2026) malam.

Pelaku segaja membawa B masuk ke daerah perkebunan tebu, namun B berhasil kabur dan ditolong warga.

Awalnya warga menduga B menjadi korban begal. Tetapi setelah ditanya-tanya, B mengaku kabur dari rencana pemerkosaan oleh ojol.

Hal ini diungkapkan oleh Syahrul, warga Dusun V Gang Amal, Desa Klumpang Kampung, yang sempat bertemu dengan korban.

BACA JUGA..  Nabrak di Titi Kuning, Ng Soe Siong Ketangkap di Namorambe

“Bukan begal, dia (korban) pesan Grab dari Kapten Muslim Medan tujuan Marelan, tapi malah dibawa ke kebun tebu dan mau diperkosa, handphonenya diambil. Syukur bisa kabur,” ujar Syahrul, mantan Kepala Dusun V Gang Amal Klumpang, Selasa (30/6/2026).

Syahrul menjelaskan, upaya pemerkosaan terjadi di Jalan Lintas Klumpang Kebun Pasar 4, Kecamatan Hamparan Perak, Deli Serdang, tepatnya areal perkebunan tebu, pada Senin (29/6/2026) sekitar pukul 19.30 WIB.

Korban menceritakan bahwa dirinya memesan jasa Grab Online untuk menuju ke rumah temannya di daerah Marelan.

BACA JUGA..  Modus Check-in Hotel, Sindikat Curanmor Sikat CRF di Parkiran

Namun, setibanya di areal perkebunan tebu yang sepi dan gelap, korban justru diturunkan paksa oleh pengemudi Grab tersebut.

Terduga pelaku kemudian berupaya memaksa korban untuk melakukan hubungan layaknya suami istri.

Beruntung, korban masih memiliki kesempatan untuk melarikan diri dan berlari menyelamatkan diri ke pemukiman warga terdekat.

Namun, dalam kepanikan tersebut, satu buah handphone miliknya berhasil diambil oleh pelaku.

BACA JUGA..  Rem Blong, Truk Hino Hantam 4 Tiang WiFi Hingga Nyungsep ke Parit

“Korban saat ini mengalami trauma dan sudah dikembalikan ke pihak keluarganya oleh warga setempat,” tambah Syahrul.

Diketahui, kabar awal B merupakan korban begal sempat beredar di media sosial Facebook.

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Hamparan Perak, Ipda Revalino Peranginangin, mengaku belum menerima laporan resmi terkait insiden tersebut.

“Saat ini belum ada laporan dari korban, kita belum tahu dia (korban) itu apakah korban pembegalan atau percobaan asusila,” ujar Ipda Revalino Peranginangin.(bbs)