POSMETRO MEDAN – Diduga bermuatan politik, sekelompok massa belakangan terakhir melakukan aksi demo di Polresta Deli Serdang, Kantor Bupati, Kantor DPRD dan Inspektorat Kabupaten Deli Serdang terkait pengelolaan dana Desa Sidoharjo-1 Jati Baru, Kecamatan Pagar Merbau, Kabupaten Deli Serdang.
Dalam tuntutan itu, sekelompok massa ini menuding adanya dugaan korupsi penyimpangan penggunaan Dana Desa dilakukan Kepala Desa Jati Baru selama tiga tahun terakhir.
Menurut salah seorang warga Desa Jati Baru, mereka juga mengaku heran dengan aksi sekelompok orang yang mengatasnamakan warga Desa Jati Baru menuding korupsi Kepala Desa melakukan penyelewengan Dana Desa dan tidak transfaran dalam penggunaan anggaran desa.
“Sejauh ini, kami merasa tudingan Kepala Desa kami korupsi dan tidak transfaran dalam pengelolaan dana desa itu hanya dilakukan orang orang yang punya kepentingan politik saja, karena isu ini sudah dihembuskan sebelum proses pemilihan Kepala Desa Jati Baru berlangsung dan warga sudah tau siapa pihak yang merasa tidak puas dengan hasil pemilihan,” ucap Warga Jati Baru, Selasa 30/6/2026.
Sementara itu menanggapi hal ini, Kepala Desa Jati Baru,
Untuk transfaransi pengelolaan Dana Desa sudah ditulis dan dilampirkan didalam papan infografis yang ada di luar Kantor Desa setiap setelah musrembang desa sebelum turun APBD.
Lalu terkait tuduhan korupsi yang sampaikan oleh sekelompok orang itu kita hormati aspirasinya dan kepeduliannya terhadap kemajuan Desa Jati Baru.
Dan sebagai bentuk tanggung jawab terhadap tugas serta jabatan, saya sudah mengikuti pemeriksaan di Inspektorat dan Tipikor Polresta Deli Serdang tinggal menunggu hasil pemeriksaan, bila memang ada temuan yang mengarah pada kerugian negara pasti kita tanggung jawabi.
” Apabila ada temuan kesalahan administrasi dalam pengelolaan anggaran di pemerintahan itu biasa dan memang ada mekanisme penyelesaiannya, melalui pemeriksaan Inspektorat, bila ada kerugian kita tanggung jawabi, tapi sejauh ini kita terus melakukan dengan baik pengelolaan dan pembuatan LKPJ penggunaan anggaran desa,” kata Rahmad Syah Putra Helmi Barus. ( Wan)
EDITOR : Putra












