Bunuh Sesama Mahasiswa Nommensen, Eka Pardede Divonis 10 Tahun

oleh -128 views
DENGARKAN: Eka Pardede mendengarkan vonis yang dibacakan hakim di PN Medan, Rabu (4/11/2020).(IST/POSMETRO MEDAN)

POSMETROMEDAN.com – Usai melalui beberapa tahapan persidangan, Eka Putra Pardede akhirnya divonis 10 tahun penjara oleh majelis hakim yang diketuai Martua Sagala, Rabu (4/11/2020) di Ruang Cakra 3 Pengadilan Negeri (PN) Medan.

Eka duduk di kursi pesakitan terkait kasus penikaman terhadap Rojer Siahaan, mahasiswa Jurusan Fakultas Pertanian saat tawuran antar fakultas yang terjadi pada 22 November 2019 lalu. Dan akibat tikaman itu, Rojer meregang nyawa.

Dalam amar putusan majelis hakim, Eka dinyatakan terbukti sah dan meyakinkan melanggar Pasal 170 ayat (2) ke – 3 KUHPidana.

BACA JUGA..  Buntut Pungli Parkir di Pusat Pasar, Massa AMPI dan SPSI Nyaris Bentrok

“Mengadili, menghukum terdakwa Eka Putra Pardede dengan pidana selama 10 tahun penjara,” sebut Martua membaca hasil putusan.

Menurut majelis hakim, hal yang memberatkan terdakwa telah terlibat dalam keributan dan telah menghilangkan nyawa seseorang.

“Sedangkan yang meringankan, terdakwa bersikap sopan di persidangan, mengakui perbuatannya,” kata Martua.

Putusan hakim lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Fauzan Arif Nasution yang semula menuntut selama 12 tahun penjara. Usai mendengarkan putusan, baik JPU dan penasihat hukum menyatakan sikap pikir-pikir.

Diketahui, pada 22 November 2019, Fakultas Teknik Elektro dan Jurusan Fakultas Pertanian sedang melakukan mediasi mengenai perselisihan pemukulan junior Fakultas Teknik Elektro di Kampus Universitas HKBP Nommensen.

BACA JUGA..  Sejoli Didorong Rampok dari Dalam Angkot

Kemudian, karena pada saat mediasi tidak ada memenemukan kesepakatan lalu masing-masing mahasiswa berbeda jurusan tersebut saling serang.

Terdakwa Eka Putra Pardede bersama teman-temannya Edison Kasido Siboro, Marzuki Simatupang, Ranto Sihombing (masing-masing dalam penuntutan terpisah) serta Daniel Pasaribu, Among Aritonang, Luhut Situmorang dan Indra Kaleb Situmorang (masing-masing belum tertangkap) kemudian mengeroyok korban Rojer Siahaan yang terpisah dari teman-temannya.

Terdakwa Eka Putra Pardede langsung menusuk korban Rojer Siahaan pada bagian dada menggunakan 1 buah samurai yang panjangnya sekira 80 cm hingga korban terlentang tidak sadarkan diri.

BACA JUGA..  Sejoli Didorong Rampok dari Angkot Terkendala Biaya Perobatan

Lebih lanjut jaksa mengatakan, usai mengeroyok korban, kemudian terdakwa Eka Putra Pardede bersama teman-temannya pergi ke kosan di Lorong Rejo Jalan Dorowati, Kecamatan Medan Timur.

Selanjutnya teman-teman jurusan korban membawanya ke Rumah Sakit Pirngadi, namun nyawa korban tak tertolong lagi dan meninggal dunia.

Terdakwa berhasil ditangkap pada hari Rabu 22 Januari 2020 sekitar pukul 10.00 WIB di proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air di Kecamatan Salak, Sidikalang.(man/ras)