POSMETROMEDAN.com – Niat Ismail (60) meminjam parang ke rumah mertuanya berujung pembacokan oleh adik iparnya, IR (50). Akibatnya, Ismail mengalami luka di wajah dan lengan.
Tragisnya, penyerangan tersebut terjadi saat korban sedang mengobrol dengan mertuanya. Pelaku langsung kabur ketika Ismail berhasil lari minta tolong kepada warga.
Kapolsek Baktya Barat, Iptu Heri, kepada wartawan, Senin (26/10/2020) menerangkan bahwa sekira pukul 08.30 WIB, Ismail berangkat dari rumah di Matang Sijuek Barat menuju ke sawah miliknya yang berada di kawasan Desa Matang Sijuek Teungoh untuk melihat padi.
Setelah selesai melihat padi di sawah, kemudian petani ini singgah ke rumah mertuanya, juga di kawasan Desa Matang Sijuek Barat untuk meminjam sebilah parang buat memotong tali.
“Tiba-tiba pada saat korban sedang berbicara dengan mertuanya di depan pintu rumah, adik ipar korban yang muncul dari belakang, tanpa basa-basi langsung melakukan pembacokan terhadap korban,” ungkap Heri.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka bacok (jahit) pada bagian pipi sebelah kiri dan lengan sebelah kiri. Setelah mengalami pembacokan, korban langsung melarikan diri ke perkampungan penduduk untuk meminta pertolongan kepada warga.
“Atas dasar kejadian pembacokan tersebut, pihak keluarga langsung melaporkan peristiwa itu ke Polsek Baktya Barat,” pungkas Iptu Heri.
Pihak polisi dibantu Babinsa dan aparatur gampong setempat terus melakukan pencarian terhadap pelaku.
“Sekira pada pukul 14.15 WIB pelaku berhasil ditangkap di dalam rumahnya tanpa ada perlawanan dan selanjutnya pelaku diamankan di Mapolsek Baktya Barat Bersama sebilah parang yang digunkan membacok korban,” tambah Kapolsek.
Dari informasi yang dihimpun polisi dari masyarakat setempat pelaku diduga mengalami gangguan jiwa namun rencananya polisi akan berkoordinasi dengan dinas terkait dan Puskesmas Baktya Barat untuk memastikan penyakit yang diderita pelaku.(bbs/ras)












