Rumah Pegawai Lapas Tebingtinggi Diteror Tembakan, Polisi Buru Pelaku

oleh
Terlihat Mobil Innova milik korban diberi garis polisi yang menjadi sasaran tembak di rumahnya. (ISTIMEWA/POSMETRO MEDAN)

POSMETRO MEDAN – Polres Tebing Tinggi masih menyelidiki aksi penembakan misterius yang menyasar rumah seorang pegawai Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tebing Tinggi di Jalan Bani Hasyim, Kecamatan Padang Hilir, Selasa malam (13/05/2026) sekitar pukul 19.00 WIB.

Dalam peristiwa itu, mobil pribadi milik korban, Martin Simangunsong, jenis Toyota Kijang Innova yang terparkir di depan rumah menjadi sasaran tembakan. Peluru menghantam bagian depan kendaraan dan memicu kepanikan warga sekitar yang mendengar suara letusan keras di tengah permukiman padat penduduk.

Tak lama setelah kejadian, personel Satreskrim Polres Tebingtinggi bersama tim Inafis turun ke lokasi melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi. Namun hingga Kamis (14/05/2026), aparat kepolisian belum memberikan penjelasan resmi terkait jenis senjata yang digunakan, jumlah peluru yang ditembakkan, maupun dugaan motif penyerangan.

Seorang warga yang rumahnya berada tak jauh dari lokasi mengaku sempat melihat dua pria berboncengan sepeda motor melintas sesaat setelah suara tembakan terdengar.

“Saya dengar suara letusan keras. Waktu keluar rumah, warga sudah ramai. Ada dua orang naik sepeda motor, tapi belum tahu apakah mereka pelakunya,” ujarnya.

Sikap tertutup juga terlihat dari pihak lapas. Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tebing Tinggi, Erwin, memilih enggan memberikan komentar saat dikonfirmasi wartawan terkait penembakan yang menimpa anak buahnya.

BACA JUGA..  Di Tengah Keberagaman Masyrakat, Pemko Berkomitmen Bangun Kehidupan yang Inklusif dan Harmonis 

Minimnya keterangan dari aparat maupun pihak lapas memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Publik menilai polisi harus bergerak cepat mengungkap apakah aksi tersebut sekadar teror biasa atau berkaitan dengan pekerjaan korban sebagai pegawai lapas.

Hingga kini, mobil korban masih ditutupi terpal untuk menghindari kerumunan warga, sementara penyidik disebut terus memburu pelaku yang hingga saat ini belum teridentifikasi.

BACA JUGA..  Persoalan Penutupan Tembok Viral di Jalan Pekong, Camat Medan Polonia Fasilitasi Mediasi Warga dengan PT ADP

Reporter: Martin Siagian
Editor: Oki Budiman