Empat Preman Pungli Diciduk Polres Belawan

oleh
Empat pelaku pungli diamankan pihak Kepolisian. (ISTIMEWA/POSMETRO MEDAN)

POSMETRO MEDAN – Belawan kembali memperlihatkan wajah lama yang belum benar-benar hilang: premanisme jalanan. Empat pelaku pungutan liar akhirnya ditangkap aparat Polres Pelabuhan Belawan saat patroli Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD), Senin malam (11/5/2026). Penangkapan dilakukan di kawasan Sicanang, lokasi yang selama ini kerap dikeluhkan sopir truk karena aksi pemalakan dan intimidasi.

Yang membuat kasus ini menyita perhatian, para pelaku sebelumnya sudah viral di media sosial. Video dugaan penghadangan truk beredar luas dan memicu kemarahan publik. Artinya, keresahan masyarakat sebenarnya sudah lama terjadi, hanya saja baru benar-benar bergerak cepat setelah sorotan publik menguat.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Ferry Walintukan mengatakan patroli skala besar memang difokuskan untuk menekan aksi premanisme, pungli, pelemparan kendaraan, begal, hingga kejahatan jalanan lainnya di wilayah Belawan.

Patroli dimulai dari apel personel di Depo Jalan Stasiun Belawan sekitar pukul 22.00 WIB, lalu bergerak menyisir sejumlah titik rawan seperti Jalan Raya Pelabuhan, Tol Belmera Kurnia, Jalan Yos Sudarso, Jalan Selebes, Jalan Alu-Alu, Simpang Pajak Baru, hingga Bagan Deli.

Namun publik tentu berharap operasi semacam ini tidak berhenti sebatas patroli sesaat atau penangkapan musiman. Sebab akar masalah di Belawan bukan hanya empat orang pelaku pungli. Yang lebih mengkhawatirkan adalah munculnya kesan bahwa aksi premanisme sudah terlalu lama tumbuh di jalur vital ekonomi tanpa penindakan yang konsisten.

BACA JUGA..  Dua Pengedar Sabu Ditangkap, Puluhan Paket Siap Edar Disita

Sopir truk selama ini menjadi korban paling rentan. Mereka dipalak saat melintas, diintimidasi ketika menolak memberi uang, bahkan tak jarang kendaraan dilempari. Situasi ini bukan hanya mengganggu keamanan, tetapi juga menghambat aktivitas distribusi barang di kawasan pelabuhan yang merupakan urat nadi ekonomi Sumatera Utara.

Jika praktik seperti ini terus dibiarkan, kepercayaan masyarakat terhadap keamanan kawasan industri dan pelabuhan bisa runtuh. Investor enggan masuk, distribusi terganggu, dan masyarakat kecil kembali menjadi korban.

BACA JUGA..  Hakim Kritik Bank Mandiri Cairkan 54 Cek Rp123,2 Miliar Hanya Bermodal Verifikasi Visual

Penangkapan empat pelaku ini memang patut diapresiasi. Tetapi yang lebih penting adalah keberanian aparat membersihkan jaringan premanisme hingga ke akarnya, bukan sekadar menangkap pelaku lapangan. Negara tidak boleh kalah di jalanan sendiri.

Masyarakat juga diminta aktif melapor jika menemukan aksi pungli maupun kriminalitas lainnya. Karena keamanan bukan hanya tugas polisi, tetapi tanggung jawab bersama untuk memastikan Belawan tidak terus hidup dalam bayang-bayang ketakutan.

Editor: Oki Budiman