POSMETRO MEDAN – Di sebuah rumah kontrakan sederhana di kawasan Deli Tua, kepercayaan berubah menjadi celah kejahatan. Hiaruddin (39), Rita Dewati (38), dan seorang remaja berinisial TD (14) datang dengan wajah meyakinkan, berpura-pura sebagai calon penyewa.
Berdasarkan keterangan resmi dari Kapolsek Deli Tua, Kompol PS Simbolon, S.H., aksi pencurian ini terjadi pada Selasa (31/3/2026) siang. Para pelaku melancarkan aksinya dengan modus berpura-pura ingin menyewa rumah kontrakan milik korban, Ika Maharani (38).
“Awalnya pelaku menghubungi korban untuk mengecek rumah kontrakan. Setelah melihat kondisi rumah, para pelaku sepakat untuk mengontrak dan korban mempersilakan mereka masuk dengan alasan ingin membersihkan rumah terlebih dahulu,” jelas Kapolsek Delitua Kompol PS. Simbolon, SH, Sabtu (4/4).
Di hadapan korban, Ika Maharani, mereka tampak seperti orang biasa yang ingin memulai hidup baru. Namun di balik itu, tersimpan niat yang jauh dari kata baik.
Dengan dalih membersihkan rumah sebelum ditempati, ketiganya masuk tanpa menimbulkan kecurigaan.
Tapi sore itu, kejanggalan mulai terasa. Rumah terkunci dari luar, panggilan tak dijawab. Saat pintu akhirnya dibongkar paksa, kebenaran terkuak—mesin pompa air dan kabel listrik telah lenyap. Kepercayaan telah dirampas, bersama kerugian jutaan rupiah.
Namun drama belum berakhir.
Pelarian para pelaku terhenti beberapa hari kemudian di Desa Marindal I. Warga yang geram lebih dulu menemukan mereka. Emosi yang memuncak berubah menjadi aksi brutal—Hiaruddin menjadi sasaran amukan massa hingga tak sadarkan diri. Saat polisi dari Polsek Deli Tua tiba, situasi sudah di luar kendali.
Ia dievakuasi dalam kondisi kritis ke rumah sakit, sementara dua pelaku lainnya—termasuk seorang anak yang seharusnya masih duduk di bangku sekolah—digelandang ke kantor polisi.
Fakta yang lebih menyayat terungkap kemudian. Barang curian yang nilainya jutaan rupiah itu ternyata hanya laku dijual seharga Rp70.000. Angka yang begitu kecil, namun cukup untuk menyeret tiga orang ke dalam pusaran hukum—dan satu di antaranya ke ambang maut.
Kisah ini bukan sekadar tentang pencurian. Ini adalah potret getir tentang keputusasaan, pilihan hidup yang keliru, dan bagaimana keadilan di jalanan bisa berubah menjadi kekerasan yang tak terkendali.
Reporter: Irwansyah
Editor: Oki Budiman











