Azlansyah Hasibuan Kecam Keras Program Salah Satu TV Swasta, Melecehkan Kiai, Santri & Dunia Pesantren

oleh
Azlansyah Hasibuan (ISTIMEWA/POSMETRO MEDAN)

POSMETRO MEDAN – Azlansyah Hasibuan, tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU) sekaligus alumni pondok pesantren, mengecam keras penayangan konten salah satu stasiun televisi swastadi yang dinilai melecehkan martabat pesantren dan para kiai di Indonesia.

 Konten yang dimaksud merupakan salah satu episode program XPOSE berjudul “Santrinya Minum Susu Aja Kudu Jongkok, Emang Gini Kehidupan di Kondok?”.

 Menurut Azlansyah, judul dan narasi tayangan tersebut memandang pesantren dengan kaca mata yang sempit serta menciptakan stigma negatif terhadap kehidupan santri.

BACA JUGA..  Operasi Antik Toba 2026, Sat Narkoba Polresta Deli Serdang Tangkap 78 Tersangka

 “Tayangan itu benar-benar tidak berimbang. Hanya menyoroti sisi negatif kehidupan pesantren secara sepihak, sehingga menimbulkan citra buruk bagi pesantren di seluruh Indonesia,” ujar Azlansyah Hasibuan, Selasa (14/10/2025).

 Ia menilai, dalam tayangan tersebut kedisiplinan dianggap penindasan, penghormatan disebut feodalisme dan pengabdian digambarkan sebagai perbudakan.

 Narasi seperti itu, katanya, merupakan bentuk pelecehan terhadap nilai-nilai luhur pendidikan pesantren yang telah berkontribusi besar terhadap bangsa.

 Lebih lanjut, Azlansyah mengingatkan bahwa banyak kiai di berbagai pesantren justru hidup sederhana, jauh dari kemewahan.

BACA JUGA..  LIRA Desak Polres Agara Audit Dana Desa Kute Makmur Tahun 2025

“Mereka tidak punya mobil atau rumah megah, tapi tetap ikhlas mengabdi mencerdaskan generasi,” ucapnya.

“Jika video dan narasinya benar berasal dari Trans7, itu sungguh penghinaan terhadap pesantren dan menunjukkan ketidaktahuan terhadap kearifan lokal,” tegasnya.

Azlansyah juga menyoroti lemahnya proses editorial di internal stasiun televisi itu.

Ia menilai tim produksi tidak melakukan riset mendalam dan gagal menampilkan data pembanding yang komprehensif.

BACA JUGA..  Aksi Kilat Curanmor, Pelaku Kini Diburu Polisi

“Ini bukan sekadar kesalahan teknis, tapi pelanggaran etika jurnalistik dan kelalaian dalam menjaga keseimbangan informasi,” tambahnya.

Dalam pernyataannya, Azlansyah mendesak stasiun televisi tersebut beserta seluruh tim produksi untuk menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada para masyayikh (kiai) dan seluruh pesantren di Indonesia.

 “Apabila klarifikasi dan permintaan maaf tidak dilakukan, saya mendesak KPI Indonesia untuk menutup siaran Trans7,” pungkas Azlansyah Hasibuan.

Reporter : Ril
Editor : Oki Budiman