Diancam Gorok, ABG Dipaksa Oral

oleh
oleh

 

POSMETRO MEDAN – Seorang ABG berinisial AQ (13) di Kecamatan Percut Sei Tuan dipaksa oral oleh 2 pria, saat hendak ke musala.

 

Ibu korban, RHT (42) mengatakan, peristiwa memilukan itu berlangsung pada Sabtu 20 September 225, malam, ketika anaknya hendak mengikuti Maulid.

 

Sebelum ke Musala, korban dan rekannya nongkrong di sebuah gubuk sembari nunggu kawannya yang lain.

Tiba-tiba ada 2 orang laki-laki datang seperti menggerebek mereka, sembari menuduh korban mengkonsumsi narkoba. Kawan korban melarikan diri, sedangkan korban tertinggal di gubuk.

BACA JUGA..  Pengedar Sabu dan Ganja di Bandar Khalipah Ditangkap, Sempat Melawan Saat Dibekuk

 

“Anak saya waktu itu posisinya lagi kencing, sementara temannya ini satu sudah lari duluan dan anak saya gak bisa lari. Kemudian tangannya dipegang sama orang dua (om om) itu kan, lalu dibawa anak saya ke rumah kosong,” kata RHT, Selasa (23/9/2025).

 

Disinilah pelaku melancarkan aksinya, menyuruh korban memegang dan mengisap kemaluan (Oral) sambil meletakkan parang ke leher korban.

BACA JUGA..  Gerebek Tiga Lokasi Narkoba, Polisi Amankan 4 Pria

 

Korban lepas dari pelaku setelah rekannya yang sebelumnya lari, kembali lagi memanggil kawan-kawannya yang lain.

“Dia katanya dibawa ke rumah kosong. dia dipaksa, kalau gak menuruti permintaannya diancam, parang sudah di lehernya. Dia bilang seperti itu,” ucapnya.

 

Pelecehan seksual terkuak ketika korban pulang ke rumah dengan kondisi lemas, dan pucat.

 

Saat ditanyai ibunya inilah ia mengaku dilecehkan pelaku yang masih tetangganya.

 

Mengetahui anaknya dilecehkan, RHT sempat mencari pelaku dan memberitahu ke tetangga yang lainnya.

BACA JUGA..  Bentrok Antar Pemuda, Dua Orang Luka

 

Kemudian mereka bersama-sama mencari, namun pelaku tidak berhasil ditemukan.

 

Alhasil, mereka melaporkan kasus ini ke Polrestabes Medan. Ia berharap predator anak itu ditangkap lantaran banyak korban, tetapi tidak melapor.

 

“Saya harap pelaku bisa ditangkap, biar anak- anak tenang mau pergi sekolah, pergi ngaji. Pelaku sering berkeliaran dekat musala dan ia sering di situ sebelumnya keliaran.” harapnya.(tbn)