Dibantai, Mayat Martha Dibuang ke Kebun Sawit Sampali

oleh
Petugas melakukan olah TKP pembunuhan.

POSMETRO MEDAN – Sesosok mayat perempuan ditemukan warga bersimbah darah di perkebunan sawit, di Jalan Jatirejo, Desa Sampali, Percut Sei Tuan, Kamis (12/12/24) pagi.

Diduga kuat, perempuan tersebut merupakan korban pembunuhan. Pasalnya, saat ditemukan di perut perempuan itu masih tertancap sebilah pisau.

Penemuan itu membuat heboh warga sekitar lokasi. Pantauan petugas kepolisian hingga saat ini masih berada di lokasi mencari barang bukti lain. Sementara lokasi telah di pasang garis polisi.

Korban Martha Situngkir

Mayat perempuan yang ditemukan tewas di perkebunan sawit di Jalan Jatirejo, Desa Sampali, Percut Sei Tuan diketahui bernama Martha Situngkir.

BACA JUGA..  Pengedar Sabu 21 Gram Diciduk Petugas Kepolisian

Perempuan berusia 33 tahun itu dikatakan tinggal di Jalan Jatirejo, Blok A, Desa Sampali.

Informasi diperoleh dari Abang ipar korban, penemuan itu pertama kali diketahui, Rabu (11/12/24) malam. Saat itu, seorang anak yang belum diketahui identitasnya mengatakan melihat sesosok mayat di dalam perkebunan sawit.

Warga yang mendengar itu mencoba mencari keberadaan mayat tersebut. Hingga tengah malam, warga yang tidak mendapati mayat tersebut pun beranjak pulang.

BACA JUGA..  Bocah 12 Tahun Tewas Diduga Tersambar Petir

“Tadi malam sudah heboh. Ada anak katanya mencari bebeknya hilang. Dia mencari ke dalam kebun itu. Kami cari sampai malam tidak ketemu,” ujar Golda Manahan Lubis.

Paginya, lanjut Golda, Kamis (12/12/24) pagi warga mendapat kabar bahwa jasad Martha ditemukan di tengah perladangan sawit. Saat ditemukan, kondisinya telah tewas dan di perutnya masih tertancap sebilah pisau.

“Tadi pagi baru ributnya. Saya belum tahu kalau itu ipar saya. Setelah saya lihat ternyata benar itu ipar saya,” lanjutnya.

BACA JUGA..   Beraksi di Area Masjid, Perampok Bersenpi Gasak Ponsel dan Motor Pelajar

Dikatakan Golda, Martha terakhir kali terlihat, Selasa (10/12/24) pagi. Perempuan memiliki tiga anak itu mulai tidak terlihat sore hari.

Martha juga diketahui sedang pisah ranjang dengan suaminya. Sementara ketiga anaknya diasuh oleh sang suami dan orang tuanya.

“Dia ngontrak di rumah ini. Lagi pisah, suaminya di kampung. Dua anaknya sama suami, satu anaknya sama opungnya,” pungkas Golda.

Hingga saat ini, Kanit Reskrim Polsek Medan Tembung, AKP Japri Binsar Simamora ketika dikonfirmasi belum bersedia memberikan keterangan.(red)

EDITOR :;Rahmad