POSMETROMEDAN.com – 2 dari 3 komplotan maling ternak (Kerbau) milik warga tewas mengenaskan usai dihakimi massa yang berhasil memergoki aksi mereka. Peristiwa ini terjadi di Kabupaten Karo, Kecamatan Naman Teran.
Diketahui, beberapa waktu belakangan ini masyarakat di Desa Suka Sipilihen, Kecamatan Tigapanah, Kabupaten Karo sangat diresahkan oleh aksi maling ternak Lembu dan Kerbau. Bahkan masyarakat di sana, telah mengaktifkan ronda malam.
Disebutkan warga disana, mereka sudah sangat geram dengan aksi pencuri.
Kasus penghakiman terhadap kawanan maling itu, berawal pada Rabu (8/2/23) pukul 05.00 WIB di Desa Sipilihen. Kerbau milik Job Ginting kembali hilang. Mengetahui hal itu, warga melakukan ronda di kampung.
Selanjutnya aksi para pelaku ketahuan saat ada warga Desa Bunuraya yang melintas dan curiga melihat pelaky membawa 2 ekor Kerbau hasil curiannya menggunakan mobil jenis pic up Gran Max warna putih dengan nomor polisi BK 9825 TP.
Warga yang curiga langsung mengejar pelaku. Pelaku sadar aksinya ketahuan, mereka berusaha melarikan diri dari kejaran massa.
Mobil pic up berisi 2 ekor Kerbau itu tancap gas menuju Kecamatan Naman Teran. Dalam aksi kejar itu beberapa diantara massa langsung menghubungi warga yang ada di Desa Sukandebi, Kecamatan Naman Teran, arah larinya kawanan maling itu.
Adanya info tersebut, beberapa warga berada di posko penjagaan Desa Sukandebi Kecamatan Naman Teran langsung menghalaunya dengan memarkirkan mobil angkutan RIO di badan jalan.
“Ketiga orang di atas mobil itu bukannya berhenti, malah menabrak mobil angkutan yang sengaja di parkir di badan jalan. Dari situ kami curiga bahwa mereka ini maling, karena saat ditanya dia melawan sehingga emosi warga marah dan menghakiminya hingga tak terkendali. Dikesempatan itu dua orang temannya berhasil lolos dan meloncat ke dalam jurang Gerat Simole Sukandebi, dan mobil tersebut dibakar warga hingga hangus. Amukan massa itu terjadi sebelum aparat petugas Polsek Simpang Empat datang ke lokasi kejadian,” ujar Tarigan saksi mata yang ada pada kejadian itu.
Emosi warga terhadap pelaku maling lembu itu mengakibatkan dua dari tiga kawanan maling itu tewas di tempat. Setelah diidentifikasi oleh polisi, maling ternak (korban meninggal dunia) bernama Turiono (43) alamat Kampung Nelayan Lingkungan XII Kecamatan Medan Belawan, Kotamadya Medan, dan satunya lagi belum terindentifikasi. Hingga saat ini kedua mayat korban masih berada di RSU Kabanjahe. (*)
Reporter: Marko Sembiring
Editor: Maranatha Tobing












