Ketua LSM Korek Desak Polres Agara Periksa Dana BOS SDS Tahfidzul Quran Raudhatul Hasanah

oleh

POSMETRO MEDAN – Pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS)di SDS Tahfidzul Quran Raudhatul Hasanah TA 2025 Jadi Sorotan

Pasalnya, pengelolaan nya diduga tidak transparan dan ada terjadi penyimpangan, ketua LSM Korek desak Polres Agara untuk segera melakukan Pemeriksaan kepada Kepsek Jumat (26/6).

Sekolah SDS Tahfidzul Quran Raudhatul Hasanah Yang beralamat di Desa Simpang Semadam, Kecamatan Semadam, Kabupaten Aceh Tenggara,

Dana BOS yang diduga di kelola oleh SDS Tahfidzul Quran Raudhatul Hasanah TA 2025 Rp.540.500.000 dengan jumlah siswa 575.

BACA JUGA..  Proyek Zoss Kembali Rusak, Warga Desak Kejari Lidik CV.ALBARAQ GRUP

Ketua LSM Korek Irwansyah Putra kami berhak mengawasi penggunaan dana BOS tersebut karena ini adalah hak siswa yang harus dikelola secara akuntabel. Sekolah diwajibkan transparan terkait rincian penggunaannya.

Hal ini disampaikan ketua LSM Korek Komunitas Rakyat Ekonomi Kecil
kepada Posmetromedan Jumat (26/6).

Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) digunakan khusus untuk membiayai kebutuhan operasional non-personalia di sekolah. LSM Korek, penting untuk mengetahui bahwa dana ini meliputi pembiayaan kegiatan pembelajaran, pembelian buku, penerimaan siswa baru, perawatan sekolah, hingga pembayaran listrik, air, gaji guru,internet dan lainnya.

BACA JUGA..  LIRA Agara Desak APH Tangkap Pengusaha Internet Ilegal

Meski begitu, penggunaan dana BOS harus sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan dan penggunaan dana BOS harus diinformasikan secara transparan dan akuntabel,”sebut iwan.

Kepsek SDS Tahfidzul Quran Raudhatul Hasanah dalam pengelolaan dana BOS tahun 2025, diduga tidak transparan dan ada terjadi penyelewengan.

Irwansyah meminta polres agara melalui kanit Tipikor untuk segera menyelidiki atau audit Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SDS Tahfidzul Quran Raudhatul Hasanah.

BACA JUGA..  Toko Baju dan Warung Makan Ayam Penyet di Tanjung Morawa Terbakar

Desakan ini muncul akibat minimnya transparansi dalam pengelolaan anggaran, dugaan ada terjadi penyimpangan dalam pengelolaan dana BOS TA 2025,”ujar iwan.

Posmetromedan mencoba konfirmasi Jumat (26/6) meminta tanggapan Kepsek SDS Tahfidzul Quran Raudhatul Hasanah Marifah Aini
melalui pesan WhatsApp atas dugaan penggunaan dana BOS yang dianggap tidak transparan dan ada terjadi penyimpangan.

Sampai berita ini tayang belum ada jawaban resmi dari Marifah Aini selaku Kepsek SDS Tahfidzul Quran Raudhatul Hasanah kepada posmetromedan.(Zal)

EDITOR : Putra