POSMETROMEDAN.com – Pesona alam dan budaya tidak terlepas dari keindahannya, membuat wisatawan betah berlama-lama untuk menikmatinya. Untuk mengeksplore wisata seperti ini ada tersedia di Desa Wisata Hutaginggi, Kecamatan Panguruan, Kabupaten Samsosir, Sumatera Utara (Sumut).
Haji Amsyal, owner PT Widy Holidays beserta staff nya pun mengunjungi Desa Wisata Hutatinggi, Kabupaten Samosir.
Rombongan ini diterima langsung oleh Ibu Tetti Naibaho Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Samosir, Sumut. Diketahui, karena keindahan alam dan budayanya, desa ini mendapat Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) pada tahun 2022.
ADWI adalah sebagai salah satu program unggulan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).
Berjarak sekira 213 kilometer dari Kota Medan, Desa Hutatinggi juga bisa dijangkau dari Bandara Silangit sejauh 100 kilometer. Sementara dari Kota Pangururan hanya 15 menit saja.
Mengunjungi Hutatinggi, tak perlu khawatir soal akomodasi, sebab Anda bisa bermalam di homestay yang ada di desa ini.
Warga Hutatinggi menyulap rumah adat Batak yang dikenal dengan nama Rumah Bolon, menjadi homestay yang nyaman.
Anda selain menginap di Homestay ini juga bisa mengulik aktifitas yang selalu dilakukan masyarakat disini, seperti ikut panen Kopi dan sekalian mengolah biji yang baru dipanen hingga kopi tersebut siap saji.
Di Homestay ini juga ada kegiatan lainnya seperti Cooking Class Traditional, Bufallo Milking Prosess, Coffee Been Harvesting, Traditional Games Atraction, Batak Art Performence dan lain lain semua ini dalam rangka memberikan kepuasan kepada pengunjung yang menginap di Homestay Hutatinggi ini.
Untuk menginap di Homestay ini pengunjung tak perlu merogoh kocek terlalu dalam, Anda bisa beristirahat dengan nyaman di homestay hanya dengan membayar Rp200.000 per malam.
Menurut Stella salah seorang Pokdarwis Desa Hutatinggi yang mengelola Homestay mengatakan.
“Bahwa atraksi wisata yang paling menarik ialah, (pengunjung) bisa naik kerbau dan juga memerah susu kerbau, kemudian menjadi bagian dari wisata edukasi yang wajib sekali dicoba oleh para wisatawan. Hanya dengan membayar Rp300.000 per paket di luar biaya menginap, pengunjung dapat merasakan sensasi memeras susu kerbau pada pagi hari, sebelum induk kerbau menyusui anaknya,” katanya.
Kegiatan lainnya selain memerah susu, ada juga Cooking Class Traditional dimana pengunjung ikut bersama sama memasak sambil belajar masak tradisional Desa Huttinggi dan menikmati masakan yang baru saja dipelajari dan dimasak bersama dengan tuan rumah.
Selain Cooking Class Traditional pengelola Homestay juga menyediakan Class Traditional Games Atraction dimana kegiatan ini di kota kota besar sudah mulai tak ada sepert main Enggrang, main Congkak, main galah panjang dan lainnya.
Permainan ini di lakukan dengan pendampingan pengelola Homestay Hutattinggi.
Malam hari pengunjung sebelum istirahat tidur akan disuguhkan dengan Paket Batak Art Performence oleh Sanggar muda/mudi Desa Hutatinggi.
Desa Hutatinggi memiliki lahan seluas 1200 Ha dan merupakan jalur utama menuju Danau Sidihoni yang sudah terkenal hingga ke Benua Eropa.
Hutatinggi sendiri artinya adalah kampung terletak didataran tinggi. Desa Wisata Hutatinggi sendiri masuk dalam geosite UNESCO global geopark. Desa ini berhadapan langsung dengan Gunung Pusuk Buhit yang masih dianggap sakral oleh suku Batak hingga sekarang.
Selain itu, dari Desa Wisata Hutatinggi juga wisatawan dapat menikmati pemandangan Danau Toba yang terhampar dengan indah. Selain alam dan budaya, Desa Wisata Hutatinggi juga sangat kental dengan religinya, kearifan lokal serta keramahan warga desanya. (*)
Reporter: Turimin/ril
Editor: Maranatha












