POSMETROMEDAN.com – Kasus keracunan gas diduga akibat kebocoran sumur PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) di Desa Sibanggor Julu, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Mandailing Natal, kembali terjadi.
Kepala Desa Sibanggor Julu Awaluddin yang dikonfirmasi wartawan, mengaku, kejadian terjadi pada Minggu (24/4/2022) pagi sekira pukul 09.10 WIB. Rata-rata warga yang keracunan, karena berada di sawah dan sejumlah karyawan yang bekerja.
”Ada lumpur keluar dari pengeboran, saat ini pihak SMGP lagi melakukan perbaikan. Namun saya tidak bisa pastikan seberapa besar kekuatan lumpurnya apakah akan berdampak ke pemukiman atau bagaimana” kata Awaluddin.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi dari Pihak SMGP terkait kejadian ini. Musibah yang menimpa warga di sekitar kawasan SMGP ini bukan pertama kalinya. Sudah berulang kali terjadi. Bahkan belum lagi tuntas hasil investigasi kejadian keracunan 58 warga bulan Maret lalu.
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Hadi Wahyudi mengatakan, pihaknya sudah menurunkan tim ke lokasi.
“Tim Polda (Labfor dan Kamneg Krimum) telah berangkat untuk cek TKP. Dua tim pakai helikopter, dan dua tim lagi jalur darat,” kata Hadi Wahyudi, Minggu (24/4/2022).
Dia mengatakan, kedepan Polda Sumut akan memanggil pihak terkait seperti Distamben/ESDM, Dinas Lingkungan hidup, dan pihak terkait lainnya.
Hadi mengungkapan, informasi yang didapat sejauh ini ada 21 warga yang dirawat di RSUD Panyabungan akibat keracunan gas PT SMGP. Warga sekitar juga telah dievakuasi agar menjauh dari lokasi sumur yang menyemburkan gas berbahaya.
Ada pun pihak PT SMGP telah berhasil menutup sumur yang bermasalah. Pihaknya bersama TNI dan Pemkab telah mengendalikan situasi sehingga tetap kondusif.
“Polda Sumut dan Polres Madina telah melakukan evakuasi warga yang terdampak semburan sumur SMGP. Kita juga akan memberikan bantuan kepada warga yang terdampak,” tutupnya.
Kapolres Madina, AKBP Reza Chairul Akbar mengatakan warga yang keracunan mengalami muntah-muntah. Menurut hasil penyelidikan, gas beracun ini muncul dari sumur PT Sorik Marapi Geothermal Power.
Disebutkan bahwa, pihak PT Sorik Marapi Geothermal Power melakukan pengeboran ulang. Namun, sumur meletup hingga memuntahkan semburan lumpur dan gas.
“Kejadiannya sekira pukul 09.00 WIB. Tapi ini sumur berbeda dengan yang kemarin. Kalau yang ini sumur yang sudah lama bekas dari PT SMGP. Mungkin ada kelalaian, sehingga terjadi semburan,” kata Reza.
Dia menjelaskan, setelah sumur tersebut meracuni warga, PT Sorik Marapi Geothermal Power kemudian sibuk menutup lubang sumur.
Pada Minggu, 6 Maret 2022 lalu, kejadian serupa sudah pernah terjadi. Saat itu jumlah korbannya terbilang cukup banyakyakni mencapai 58 orang.
Berkaitan dengan kasus ini, Polda Sumut sempat mengambil alih penanganan perkaranya. Namun, penanganan kasus ini tak jelas juntrungnya hingga sekarang. Bahkan, belum ada tersangka yang ditetapkan.
Di saat kasus pertama tak jelas penanganannya, sekarang muncul lagi kasus baru yang menimbulkan belasan korban jiwa.
Sebelumnya Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi mengaku tidak pernah memberikan rekomendasi terkait operasional PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP).
“Itu sudah kita surati lagi, itukan sudah dua kali kita peringatkan. Dari awal saya memang tidak merekomendasi,” ungkap Edy saat diwawancarai di kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Selasa (8/3/2022) lalu.
Menurutnya, alasan tidak merekomendasikan PT SMGP lantaran terdapat pipa gas yang melewati perkampungan atau permukiman warga.
“Karena itu ada satu pipa yang melewati kampung, desa, permukiman warga,” tambahnya.
Terpisah, seorang warga menyebut sebelum korban keracunan bertumbangan, sempat terdengar suara ledakan dari arah Well Pad Tanggo. Jarak lokasi ledakan sekitar 300 meter dari pemukiman. Tak lama tercium aroma seperti telur busuk. Sejurus kemudian warga yang sedang berada di sawah, termasuk istrinya, Anni Tanjungyang, berlari menjauhi area persawahan.
Saat kejadian, Anni langsung lari mengarah ke rumahnya. Sampai di rumah, Muklis melihat istinya mengalami muntah – muntah dan hampir pingsan.
Merasa khawatir, Anni langsung dilarikan ke RSUD Panyabungan yang berjarak sekitar 20 Km. Di perjalanan Anni langsung diberikan tabung oksigen untuk membantu bernafas.
Kini kondisi Anni telah sadar dan telah membaik. Rasa pusing masih dirasa Anni sampai saat ini. Terkait dengan biaya rumah sakit, ia bilang belum diketahui apakah Pemda yang akan membantu.
Dia mengungkapkan memang kerap kali warga menjadi korban dari kebocoran gas PT SMGP. Akan tetapi istrinya baru kali ini menjadi korban dari peristiwa tersebut.(*)
REPORTER: Amran
EDITOR: Hiras











