POSMETROMEDAN.com – Tiga orang bocah masing-masing Fauzi (9), Fauzan (9) dan Alif (8) tewas dalam kubangan tempat memancing, Minggu (24/4/2022). Fauzi dan Fauzan adalah anak kembar, sedangkan Alif sepupu mereka.
Musibah ini sontak menghebohkan warga Desa Bandar Labuhan, Kecamatan Tanjungmorawa, Deliserdang. Paman korban, Bambang mengatakan bahwa ketiganya pergi dari rumah sejak Sabtu (23/4/2022) sekira pukul 14.00 WIB.
Mereka pergi dan pamit untuk memancing. Hingga sore, ketiganya tak kunjung pulang. Orangtua ketiganya kemudian mencari.
“Mereka pergi dari rumah menumpang becak yang biasa mengecer minumam galon,” kata Bambang.
Hingga malam hari, ketiganya tak kunjung pulang. Ada kabar, ketiganya tenggelam di lokasi pemancingan. Keluarga pun melakukan pencarian sepanjang malam.
Sementara itu, Kepala Desa Bandar Labuhan, Azman menyebut awalnya mereka menduga bahwa ketiga bocah ini tenggelam di Sungai Bekaca yang masih berada di desanya.
Belakangan diketahui, ada warga yang melihat ketiga bocah yang hilang tersebut pergi memancing di kubangan belakang Perumahan Granit.
“Kami sempat mencari di Sungai Bekaca. Namun ada informasi dari warga, bahwa ada yang melihat tiga orang anak membawa pancingan ke belakang Perumahan Granit,” kata Azman, Minggu (24/4/2022).
Atas informasi itu, warga dan pihak keluarga mencari ketiga bocah tersebut di lokasi dimaksud. Sejak Sabtu (23/4/2022) kemarin, proses pencarian dilakukan tapi tidak membuahkan hasil.
Namun, pada Minggu (24/4/2022) pagi, jenazah ketiga bocah akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Korban pertama ditemukan adalah anak kembar.
Jenazah Fauzi (9) dan Fauzan (9) ditemukan dalam kondisi terbenam lumpur.
“Kedalamannya (kubangan) ini ada tiga meter,” kata Azman.
Dia menjelaskan, setelah menemukan jenazaj Fauzi dan Fauzan, proses pencarian terus dilakukan. Alhasil, jenazah korban lain bernama Alif ditemukan beberapa jam setelah penemuan jenazah Fauzi dan Fauzan.
Menurut Azman, lokasi kubangan ini mulanya akan dibangun taman wisata atau rekreasi. Setelah tiga kali dibangun tembok oleh Osana Kramik, bangunan jebol dihempas banjir. Tak pelak, rencana pembangunan ditunda hingga saat ini.(*)
REPORTER: Aswar
EDITOR: Hiras












