POSMETROMEDAN.com – Unjukrasa dari massa KAMMI untuk menagih jani Bobby Nasution, berakhir ricuh.
Massa Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) itu menggelar demonstrasi di depan kantor Wali Kota Medan, Senin (7/3).
Sejumlah massa awalnya melakukan orasi secara bergantian. Mereka tampak membawa sejumlah spanduk.
Spanduk itu bertulisan ‘Menagih janji kampanye Wali Kota Medan’ serta ‘Banjir dan normalitas sungai harus bapak perhatikan itu!!! Pakkk, Tolonglah Wee….’.
Massa meminta Bobby Nasution menjumpainya. Mereka kemudian dijumpai Asisten Pemerintah Kota Medan, Sofyan.
Massa tidak terima dan tetap menunggu Bobby. Massa kemudian mencoba melakukan aksi bakar ban.
Petugas keamanan yang berada di lokasi langsung mendekat ke massa. Kericuhan kemudian terjadi. Massa dan aparat keamanan terlibat aksi tarik-menarik hingga ke tengah jalan.
“Jangan ada bakar-bakar, bahaya ini,” ungkap pihak kepolisian.
Hal tersebut membuat massa tersulut emosi sehingga terjadi aksi dorong-dorongan dari pihak massa dan kepolisian hingga ke tengah jalan.
Imbasnya, arus lalintas di seputaran Kantor Wali Kota Medan sempat terjadi kemacetan.
Di sisi lain, pihak kepolisian sempat mencoba mengamankan sekitar 3-4 massa aksi ke dalam mobil patroli namun pada akhirnya dilepaskan.
Sebelumnya, massa aksi menjumpai Wali Kota Medan sebagai bentuk evaluasi untuk menagih janji kampanye Bobby-Aulia, diantaranya mendesak Wali Kota Medan mempercepat perbaikan drainase dan jalan agar terealisasinya anggaran Rp1 triliun terserap 90 persen.
“Kita lihat satu tahun ini ketidakseriusan Wali Kota Medan dalam penanganan banjir hari ini. Kemudian mengenai pemberantasan narkoba juga tak kunjung selesai,” ungkap Ketua Umum KAMMI Medan Putra Rajanami.
“Kami akan terus melakukan aksi sebagai bentuk aspirasi kami untuk kota Medan,” pungkasnya.
Sementara itu, KAMMI Medan juga menuntut Bobby Nasution untuk segera merealisasikan janji-janji kampanye terutama untuk isu lingkungan, kriminalitas, korupsi, transportasi, ekonomi, kesenjangan sosial, dan pendidikan.
“Kita menuntut Wali Kota Medan untuk segera meningkatkan kualitas lingkungan di kota Medan, mengatasi bencana banjir, dan menormalkan sungai,” ucap Putra.
Sementara itu, pasca terjadi keributan saat aksi, pihak KAMMI Medan memilih untuk melakukan aksi diseberang Kantor Wali Kota Medan.
Sedangkan, Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemko Medan, M Sofyan, mengatakan Bobby memang ada di kantor. Meski demikian, lanjut Sofyan, kesibukan Bobby membuat dirinya tidak bisa menjumpai para pendemo.
“Ada, Bapak Wali Kota ada di tempat, dan biasanya pun beberapa kesempatan Bapak Wali Kota langsung (menemui) ketika memang Bapak Wali Kota tidak ada aktifitas ataupun kesibukan,” sebut Sofyan kepada wartawan usai aksi demo tersebut.
“Nah kebetulan, untuk hari ini beliau ada kesibukan. Jadi kepada kami, saya Asisten Pemerintah dan Kesra dan Bapak Kesbangpol diminta untuk menemui adik-adik dari KAMMI,” sambung Sofyan.
Sofyan mengatakan aksi KAMMI tadi sudah diresponsnya. Sofyan telah menjumpai langsung para massa aksi.
“Tadi sudah kita respons dengan kita jumpai dan kita mintakan dari mereka tadi untuk menyampaikan maksud dan tujuan serta aspirasinya,” sebut Sofyan.
Sofyan kemudian menjelaskan soal tuntutan dari massa aksi. Dia menyebut massa menagih janji-janji politik Bobby.
“Mereka mempertanyakan janji-janji politik Bapak Wali Kota terhadap pembenahan sarana-prasarana di kota ini. Kemudian juga ada tadi disampaikan bagaimana dengan janji 1.000 beasiswa kepada mahasiswa di Kota Medan,” sebut Sofyan.
“Kemudian juga bagaimana dengan hal lainnya termasuk penanganan banjir,” imbuh Sofyan.
Selain itu, Sofyan juga menyinggung soal aksi unjuk rasa yang diwarnai kericuhan. Sofyan menilai hal itu justru mengganggu kenyamanan para pendemo dalam menyampaikan aspirasi dan mengganggu ketertiban.
“Saya tadi melihat ada upaya untuk melakukan hal-hal yang dapat mengganggu daripada kenyamanan mereka menyampaikan aspirasi. Dan juga mengganggu situasi di kantor Wali Kota Medan ini. Tadi ada upaya untuk membakar ban bekas,” ujar Sofyan. (*)
Reporter: Ali Amrizal
Editor: Maranatha Tobing












