Dukung Laporan Dugaan Korupsi Garuda, Rudi Bangun Juga Minta BPK Diperiksa

oleh
Anggota Komisi VI DPR RI dari Partai NasDem, Rudi Hartono Bangun. Sumber rekatamedia.com.

POSMETROMEDAN.comAnggota Komisi VI DPR RI, Rudi Hartono Bangun mendukung Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir melaporkan dugaan korupsi PT Garuda Indonesia (Persero) ke Kejaksaan Agung.

Selain Garuda Indonesia, Rudi juga menyarankan agar Menteri BUMN turut mengambil tindakan kepada perusahaan BUMN lainnya yang berpotensi merugikan negara.

“Mengapa perusahaan BUMN harus ditindak?.  Karena (potensi merugikan negara) itu sudah (terjadi selama) puluhan tahun,” sebut Rudi saat dihubungi melalui telepon seluler, Kamis (13/1/2022).

“Kalau tidak diambil tindakan, semua BUMN akan merugi.  Termasuk BUMN yang lain dan lembaga-lembaga tinggi yang lain harus sering diperiksa tidak hanya Garuda. Nah ini adalah (kasus yang) sistematis,” tegas Rudi menambahkan.

Politisi Partai NasDem itu juga menyarankan, untuk menghindari potensi adanya korupsi di tubuh perusahaan BUMN.  Komisi VI DPR RI selayaknya melipatgandakan pengawasan, sebagai mitra kerja Kementerian BUMN.

BACA JUGA..  Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Wafat, Dunia Pers Berduka

Rudi Bangun Minta Kinerja BPK Dipertanyakan

Rudi mengakui selama ini pengawasan kepada perusahaan BUMN terlalu renggang. Untuk itu, ia mengimbau Komisi VI DPR RI untuk memperbanyak pengawasan, bukan hanya menemui Menteri BUMN.

Selain kepada Garuda, pemeriksaan juga harus dilakukan kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia.

“Tapi selain Garuda, harus ada pihak lain yang diperiksa dan dilaporkan lagi menurut saya. BPK juga harus dipanggil dan dipertanyakan tugasnya selama ini dalam memeriksa keuangan negara dan BUMN yang setiap tahun dilakukan,”pungkasnya.

“BPK yang sudah bertugas mengaudit dan memeriksa, mana hasil pemeriksaan mereka?. Kok bisa selama 10 tahun hasilnya baik, tapi nyatanya sekarang keuangannya bobrok. Seperti Jiwasraya, Asabri, juga rugi triliunan.  Tapi hasil audit BPK kenapa baik-baik saja?,” tanya legislator Dapil Sumatera Utara III ini.

BACA JUGA..  Harga BBM Naik

Lanjut RUDI, BPK sebagai lembaga pemeriksaan keuangan negara harus bertanggung jawab juga dengan kinerja keuangan seluruh BUMN di Indonesia.

“BPK diamanatkan undang – undang untuk memeriksa keuangan BUMN secara akuntabel dan objektif. Yang saya mau kritisi, dimana peran Ketua BPK RI yang memimpin dan memanejemeni tata cara pemeriksaan dan pembagian tugas di BPK, yang sekarang Ketuanya Agung namanya,” sebutnya.

“Saya dulu di komisi 11 terlanjur ikut memilih dia karena kami dikumpulkan dia dan dia memaparkan dengan meyakinkan visi dia. Tapi setelah 10 tahun ini, hasilnya semua yang diperiksa BUMN kok merugi dan dikorupsi?.  Kenapa selama 10 tahun bisa laporannya baik semua?. Itu yang saya kesal kan. Gak berfungsi yang saya pilih dulu,” ketus Rudi kepada wartawan.

BACA JUGA..  Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Wafat, Dunia Pers Berduka

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir melaporkan dugaan kasus korupsi di lingkungan Garuda Indonesia ke Kejagung pada Selasa (11/1/2022).

Kasus korupsi itu diduga berkaitan dengan pembelian pesawat ATR 72 seri 600. Erick mengatakan, laporan ini bukan hanya sekadar tuduhan. Ia mengaku telah mengantongi bukti.

Menurut Erick, sebelum laporan ini ia buat, sudah dilakukan investigasi. Dari hasil investigasi didapatkan data-data valid mengenai dugaan korupsi dalam pembelian pesawat ATR 72 seri 600.(*)

  • Reporter : Anoriyan
  • Editor : Mangampu Sormin