POSMETRO MEDAN – Menkeu Purbaya mengaku kecolongan atas pengadaan 21.800 unit motor listrik, buat personel Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Menkeu Purbaya saat ditemui awak media di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Ia menyatakan bahwa pihak Kementerian Keuangan (Kemekeu) baru menyadari adanya transaksi tersebut setelah proses berjalan.
Namun, pihaknya telah memotong anggaran pengadaan tersebut buat tahun ini. Ia memastikan tidak ada lagi pembelian kendaraan serupa untuk tahun ini.
“Kita baru tahu belakangan, udah dipotong anggarannya kalau ngga salah, saya harus tanya dirjen anggaran lagi,” ujar Purbaya.
Purbaya menjelaskan bahwa anggaran yang digunakan merupakan alokasi tahun lalu yang sudah terlanjur dibayarkan.
Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti mengenai persetujuan awal pengadaan tersebut.
Namun, ia langsung mengambil langkah setelah mendapatkan informasi. “Saya ngga tahu, ketika tahu saya potong anggarannya,” katanya.
Saat ditanya mengenai koordinasi dengan Presiden Prabowo, Purbaya menyebut Presiden tidak mengetahui perihal pembelian puluhan ribu unit kendaraan tersebut.
Ia juga menyatakan bahwa fokus pemerintah saat ini adalah menghentikan kelanjutan pengadaan di sisa tahun berjalan.
Menkeu Purbaya memastikan telah melakukan pengecekan ulang terhadap postur anggaran tahun ini.
Ia menjamin bahwa BGN tidak akan mendapatkan alokasi tambahan untuk pembelian motor listrik dalam sisa periode anggaran 2025.(tbn)












