Masyarakat Miskin Desa Pancur Batu Kabupaten Karo, Tidak Pernah Terima Bantuan Pemerintah

oleh

POSMETROMEDAN.com – Masyarakat kurang mampu di Desa Pancur Batu, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, mengeluh tidak pernah dapat bantuan dari pemerintah. Sebaliknya, pejabat desa ada yang menerima bantuan. Parahnya lagi, setiap bulannya mereka selalu dikutip uang kebersihan dan keamanan.

Padahal saat ini ada dua jenis bantuan pemerintah kepada masyarakat kurang mampu. Pertama bantuan PKH (Program Keluarga Harapan) dan, BLT DD (Bantuan Langsung Tunai yang bersumber dari Dana Desa).

Cerita miris itu dituturkan salahseorang warga Desa Pancur Batu, berinisial GN. Pria 47 tahun itu berstatus duda 2 anak.

Kepada awak media di seputaran Kota Kabanjahe, kemarin GN menyampaikan kondisi yang dirasakan masyarakat di desa nya.

Kepada awak media, buruh tani itu mengaku setiap bulannya dikutip uang kebersihan dan uang keamanan oleh seorang perangkat desa bermarga Girsang.

BACA JUGA..  Bupati Dukung Gerakan Bebas Buta Aksara Al-Qur’an Lansia di Langkat

“Adapun besaran dana uang kutipan untuk Keamanan yaitu sebesar Rp10.000/bulan dan untuk uang kebersihan dikenakan Rp5000/bulan,” Ujar GN kepada awak media saat bertemu disebuah warung diseputaran Kota Kabanjahe.

Masih GN, katanya, kutipan yang dilakukan oknum perangkat desa tersebut, tanpa ada menyerahkan karcis bukti pembayaran dan hanya ditulis di sebuah buku oleh juru kutip yang juga selaku perangkat desa setempat.

“Saya tidak tau apakah kutipan tersebut sudah berdasarkan hasil musyawarah ditingkat desa atau belum. Karna kalau memang sudah seperti itu ketentuan yang dibuat, tentu ada Peraturan Desa (Perdes) yang telah disepakati oleh Bupati dan Camat,” Jelas GN.

BACA JUGA..  HUT ke-78 Sumut, Bobby Nasution: Kolaborasi Kunci Wujudkan Daerah Unggul Menuju Indonesia Emas 2045

Anehnya lagi, tambah GN, kalau kita cerita masalah bantuan dari pemerintah apalagi dimasa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini. Jujur saja, sejak awal tahun 2021 ini sampai sekarang saya belum pernah menerima bantuan sama sekali, baik itu PKH (Program Keluarga Harapan) ataupun BLT DD (Bantuan Langsung Tunai yang bersumber dari Dana Desa).

“Padahal saya bisa dikatakan keluarga kurang mampu, alasannya rumah saya pun ngontrak, anak sekolah saya 2 (dua) dan saya berstatus duda, begitupun saya tidak dapat bantuan. Dan herannya malah ada perangkat desa yang malahan dapat bantuan,” terangnya.

Bukan hanya GN mengalami hal yang sama, namun masih banyak warga desa bernasib sama seperti dia tidak dapat bantuan.

BACA JUGA..  ASN Dinkes Lulusan IPDN Laporkan Bupati Asri Ludin Tambunan ke BKN

“Saya bingung dengan kebijakan oknum pemerintahan Desa Pancur Batu yang tidak berpihak kepada kami warga kurang mampu ini bang. Tolonglah kami yang lemah ini agar dapat merasakan keadilan yang sepantasnya. Karna saya hanyalah berprofesi sebagai  buruh lepas yang hanya bergaji Rp.90.000/hari, itu pun kalau lagi ada yang membutuhkan tenaga saya. Kalau tidak ada yang ngajak kerja, ya gak dapat uang bang,” terang GN dengan raut wajah sedih sambil menereskan air mata.

Setelah mendengar cerita GN, wartawan berupaya meminta tanggapan Sahe Munte, selaku Kepala Desa Pancur Batu.

Saat dihubungi melalui sambungan telepon pribadinya, Sahe tidak mengangkat. Padahal telepon Sahe aktif. (lea)