2 Anggota Jaringan Narkoba Internasional Diciduk, 1 Tewas Ditembak

oleh
PAPARKAN: Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin memaparkan kasus jaringan narkoba internasional yang sukses diungkap Ditresnarkoba Polda Sumut.

POSMETROMEDAN.com – Dua anggota jaringan narkoba Malaysia – Indonesia diciduk Direktorat Narkoba Polda Sumut. Namun seorang diantaranya terpaksa ditembak dan meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit.

Informasi dihimpun, pengungkapan kasus ini bermula dari informasi masyarakat yang menyebut adanya seorang pria mengendarai Accord membawa narkoba. Dari situ, petugas langsung melakukan penyelidikan.

“Setelah kita lidik, mobil yang dikendarai tersangka M berhasil kita hentikan di Tanjung Balai. Dari dalam mobil kita temukan 7 kg sabu dikemas dalam teh hijau Cina merek Qing Shan dan dibaluti lakban. Selanjutnya tersangka kita boyong untuk pengembangan,” ungkap Kapolda Sumut, Irjen Pol Martuani Sormin didampingi Dir Narkoba Poldasu, Kombes Pol Robert Da Costa dalam press rilisnya di depan ruang jenazah RS Bhayangkara, Senin (12/10/2020) siang.

BACA JUGA..  Pencuri Kabel Listrik Dikepung Warga, Berakhir di Penjara

Dikatakan Martuani, usai mengamankan tersangka M, pihaknya pun kembali mengamankan tersangka AN di rumahnya bersama barang bukti 1 kg sabu dan 3 plastik bening berisi 300 gram sabu.

“Setelah kita kembangkan, tersangka M melakukan perlawanan dan menyerang petugas saat diperjalanan menuju Polda Sumut. Alhasil petugas kita memberikan tindakan tegas dan tersangka meninggal saat menuju RS Bhayangkara,” tegas mantan Kadiv Propam Mabes Polri ini.

BACA JUGA..  Timsus Geng Motor Polres Asahan Amankan Remaja Terlibat Tawuran Bersenjata

Dijelaskan Martuani, pihaknya juga menghimbau pada rekan media untuk terus memberikan edukasi pada masyarakat akan bahaya narkoba sehingga dapat bekerja sama dengan petugas untuk memberi informasi dalam memberantas narkoba.

“Silahkan informasikan pada petugas jika menemukan adanya transaksi narkoba. Kita juga tak segan-segan pada bandar narkoba yang masih terus menjalankan bisnis haramnya yang dapat merusak generasi penerus bangsa,” tandas Martuani. (gib/ras)