Menjambret, Saragih Duel Sama Idelina

oleh -62 views

POSMETROMEDAN.com – Demi menguasai sebuah ponsel, Hendra Saragih (35) rela duel di kubangan becek sama korbannya, Gracella Idelina Vijas (18). Meski menang, pria ini tetap tidak bisa menghindari hukum.

Dua bulan pasca kemenangannya melawan Idelina, polisi berhasil mengetahui keberadaannya. Dia pun ditangkap dan kini meringkuk di sel tahanan Polsek Percut Sei Tuan.

Kapolsek Percut Sei Tuan, AKP Ricky Pripurna Atmaja melalui Iptu JA Panjaitan (Kanit Reskrim), Senin (12/10/2020) sore mengatakan korban merupakan warga Jalan Selamat Ketaren, Desa Medan Estate, Kecamatan Percut Sei Tuan.

BACA JUGA..  Pasutri Selundupkan 3 Kg Sabu Dalam Kemasan Bubuk Teh

Sedangkan Hendra penduduk Jalan Kariman Desa Tanjung Selamat, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deliserdang. Dan penjambretan yang dilakukannya terjadi pada Rabu (12/8/2020) lalu sekira pukul 00.45 WIB.

Ketika itu korban berjalan kaki di Komplek MMTC Jalan Selamat Ketaren sembari main handphone. Tiba-tiba pelaku menghampiri dan merampas ponsel korban.

Terkejut, korban spontan berusaha mempertahankan ponselnya hingga keduanya terjatuh dan bergumul di lokasi becek. Lantaran korban kalah tenaga, pelaku akhirnya berhasil kabur dengan membawa barang hasil rampasan. Korban selanjutnya membuat laporan ke Polsek Percut Sei Tuan.

BACA JUGA..  Bobol ATM Korbannya, Pria Ini Hanya Tebak-tebak PIN

“Laporan korban kemudian kita tindaklanjuti dengan melakukan cek TKP. Dari lokasi kita mengamankan barang bukti rekaman CCTV. Hasilnya kita mengungkap identitas pelaku. Selanjutnya saya bersama anggota melakukan pencarian terhadap pelaku HS,” terangnya.

Puncaknya, Senin (12/10/2020) dini hari Tekab mendapat informasi keberadaan Hendra di kawasan Percut Sei Tuan. Petugas bergerak ke lokasi dan berhasil membekuk Hendra.

BACA JUGA..  2 Bulan Buron, Pelaku Pengeroyokan Diciduk

Saat diinterogasi awalnya pelaku tidak mengakui perbuatannya. Petugas kemudian menghubungi korban dan diminta untuk datang ke kantor polisi. Saat dipertemukan, korban membenarkan jika pelaku yang merampoknya. Hendra tak berkutik lagi dan akhirnya ia mengakui perbuatannya.

“Pelaku yang dijerat dengan Pasal 365 KHUPidana dengan ancaman penjara di atas 5 tahun itu langsung kita proses lebih lanjut,” pungkasnya.(sor/ras)