Bocah Dibunuh Pergoki Ibu Diperkosa; Pelaku 15 Tahun Huni Lapas Tj. Gusta

oleh -135 views
DIAMANKAN: S ketika diamankan polisi di sebuah gubuk.(IST/POSMETRO MEDAN)

POSMETROMEDAN.com – Pembunuh sadis bocah berusia 9 tahun di Langsa ternyata residivis kasus pembunuhan. Samsul Bahri (36) bebas dari Lapas Tanjung Gusta berkat program asimilasi.

Ini diungkap oleh Kasat Reskrim Polres Langsa Iptu Arief Sukmo Wibowo.

“Pelaku ini sebelumnya ditahan di LP Tanjung Gusta. Dia bebas karena program asimilasi. Setelah bebas dia pulang kampung untuk berkebun,” ujarnya.

S mulai berkebun setelah keluar dari penjara LP Tanjung Gusta, Sumatera Utara. Dia bebas karena mendapat asimilasi setelah 15 tahun di bui. Samsul lalu pulang ke kampung halamannya di Aceh Timur.

Ditambahkan, Samsul sudah lama mengintai D (28) yang merupakan ibu kandung korban R (9). Pelaku mengintai D sejak keluar dari penjara beberapa bulan yang lalu.

“Pelaku S ini setiap hari berkebun. Akses ke kebun pelaku melewati rumah korban,” kata Arief, Senin (12/10/2020).

BACA JUGA..  Gugus Tugas Covid-19 Sumut Imbau Masyarakat Hindari Perjalanan Keluar Daerah Selama Libur Panjang

Samsul sudah mengetahui situasi dan kondisi rumah korban sehingga timbul niat jahat. Pada Jumat (9/10/2020) malam, pria ini masuk ke rumah korban dengan mencongkel pintu.

“Dia sudah sering melihat korban (DA) sehingga ada niat jahatnya (untuk memperkosa DA). Dia melihat ada kesempatan karena di rumahnya hanya ada dua korban, maka pelaku masuk ke rumah korban,” jelas Arief.

Begitu masuk ke rumah, Samsul menyentuh D hingga membuat ibu muda itu terkejut. R juga disebut terbangun saat peristiwa itu terjadi dan berteriak meminta pertolongan untuk ibunya.

Samsul kemudian menebas leher R. Setelah R terjatuh, Samsul kembali berusaha membacok R, tapi sempat ditepis dan membuat tangan R terluka. Berikutnya pelaku membacok perut dan dada sehingga menyebabkan si bocah tewas.

BACA JUGA..  Hari Kedua Ops Zebra Toba, Sat Lantas Tilang dan Tegur 279 Pengendara

Selanjutnya Samsul membawa D ke luar rumah dan membenturkan kepala korban.

“Pelaku memperkosa si ibu dalam kondisi si ibu setengah sadar,” ujar Arief.

Seolah tak puas, D kemudian dibawa ke semak-semak dan kembali diperkosa. Usai melampiaskan nafsunya, pelaku membawa jasad R ke arah sungai. Seiring waktu, D akhirnya diselamatkan warga sekira pukul 06.00 WIB.

Arief menjelaskan kondisi D mulai membaik setelah tiga hari dirawat. Polisi juga memberikan terapi konseling untuk memulihkan psikis korban.

“Korban saat ini sudah membaik,” ujar Arief.

Pelaku S telah ditangkap dan masih menjalani pemeriksaan di Polres Langsa. Dia ditangkap pada Minggu (11/10/2020) pagi sekitar pukul 09.00 WIB.

Proses penangkapan S dilakukan polisi dibantu masyarakat Kecamatan Bireuem Bayeun, Aceh Timur. Untuk diketahui, Kecamatan Bireum Bayeun masuk wilayah hukum Polres Langsa.

BACA JUGA..  Tiga Bocah di Langkat Hilang Misterius, Beredar Video Ketiganya Bermain Dekat Galian

Setelah S dibekuk, polisi mencari korban R yang dibacok pelaku. Jenazah R ditemukan di sungai pada sore hari. Ada sepuluh luka bacok, sayatan, dan tusukan pada tubuh bocah tersebut.

Saat penangkapan, Samsul terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan 3 kali di betisnya karena berusaha melawan petugas. Pria ini ditangkap oleh tim gabungan di areal perkebunan sawit, tepatnya saat bersembunyi di bawah pohon besar milik masyarakat di Dusun Kumbang, Gampong Alue Gadeng Kampung.

Saat diringkus, Samsul tidak menggunakan baju hanya menggunakan celana jeans warna biru dan memegang samurai. Ketika dilakukan penangkapan oleh tim gabungan yang turut dibantu oleh masyarakat setempat, Samsul sempat melakukan perlawanan.(bbs/ras)