POSMETROMEDAN.com – Zakaria (59) mengaku dikeroyok oleh oknum petugas jembatan timbang Limapuluh, Kabupaten Batubara. Warga Asahan ini kemudian membuat pengaduan ke Polsek Limapuluh.
Dalam pengaduannya, Zakaria mengatakan, pengeroyokan terjadi Jumat (2/10) sekira pukul 10.00 WIB. Saat itu, ia sedang membawa truk tangki dari Kisaran menuju Kuala Tanjung.
Namun saat melintas di jembatan timbang, kenderaannya dihadang oleh petugas Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermuatan (UPPKB) Jembatan Timbang Limapuluh. Beberapa petugas di sekitar jembatan timbang berupaya memberhentikannya.
Namun karena tak membawa muatan, ia tak ingin berhenti. Zakaria pun menyalakan lampu isyarat agar petugas menepi.
Bukannya menepi, truk yang dikemudiakan Zakaria malah dilempar dengan benda keras. Lemparan diduga dilakukan petugas.
Tak terima, Zakaria berhenti dan mengambil kayu menantang petugas jembatan timbang. Disitulah terjadi penggeroyokan terhadap dirinya.
Akibat penganiayaan ini, tubuh pria paruh baya tersebut luka. Bajunya berlumpur karena diseret petugas jembatan timbang hingga ke kantor.
Terpisah, Kapolsek Limapuluh Iptu Rusdy melalui Kanit Reskrim Ipda A Sitorus membenarkan laporan Zakaria.
“Kedua belah pihak sudah melaporkan. Zakaria mengaku dikeroyok, sedangkan petugas UPPKB Jembatan Timbang membuat laporan unsur kesengajaan sopir truk melakukan penabrakan terhadap petugas jalan raya,” katanya, Sabtu (3/10).
Sementara, Kepala UPPKB Jembatan Timbang Limapuluh, Bakhtaruddin menyangkal semua tuduhan Zakaria.
“Tidaklah mungkin aparatur penegak hukum melakukan penganiayaan terhadap masyarakat. Justru sopir truk yang ingin menabrak anggota saya yang sedang melaksanakan tugas di jalan raya,” tegasnya.(per/fi/pmg)












