POSMETRO MEDAN – Seorang mahasiswi berusia 19 tahun di Kecamatan Kandis, Siak, dibunuh di kediamannya. Oleh warga, pelaku dimassa hingga kritis.
Korban ditemukan tewas dengan kondisi luka-luka di tempat tidur rumah. Sementara pelaku merupakan tukang renovasi rumah yang dipekerjakan selama 4 bulan terakhir.
Kasat Reskrim Polres Siak AKP Raja Kosmos mengatakan, korban ditemukan tewas pada Rabu (1/6/2026) siang. Mayatnya ditemukan oleh abang kandung korban, RS.
“Jadi awalnya abang kandung korban ini pulang kerja untuk makan siang. Saat di rumah, ponakannya sudah nangis-nangis,” kata Raja Kosmos, Kamis (2/6/2026).
RS lalu bertanya pada kedua ponakan yang masih berusia 6 tahun terkait masalah di rumah. Keduanya menyebut nama pelaku.
“Saksi menyebut nama pelaku. Jadi abang korban langsung menghubungi keluarga, termasuk menghubungi bidan setempat. Bidan menyatakan korban telah meninggal dunia,” kata Kosmos.
Setelah korban ditemukan tewas, diduga pelaku Indra sempat melarikan diri ke KM 83 Kampung Kandis. Pelaku akhirnya ditangkap warga dan diamuk massa.
“Di dalam tas ditemukan ada lima unit Hp dari keluarga korban. Salah satunya adalah Hp korban yang meninggal dengan luka-luka,” katanya.
Saksi mengungkap, saat ditemukan kondisi celana korban melorot. Terkait dugaan ada indikasi percobaan pemerkosaan masih dalam pemeriksaan lebih lanjut.
“Memang saksi menyebut demikian (celana korban melorot), tetapi masih kami tunggu hasil keterangan dari dokter. Sejauh ini tidak ada tanda-tanda, kita tunggulah lengkapnya dari RS Bhayangkara ya,” kata Kosmos.
Sementara pelaku Indra saat ini telah diamankan dan mendapat perawatan dari dokter RS Bhayangkara Polda Riau. Pelaku disebut belum sadar pasca diamuk massa.
“Untuk motif pasti kami masih dalami terus. Mengingat kondisi pelaku juga kan belum bisa dimintai keterangan, masih dirawat di RS Bhayangkara,” katanya.(bbs)












